Dua pembalap Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI), Haridarma Manoppo dan Syaukat Takuma Soejatmo, langsung naik podium pada debut mereka di The Super Series 2026.
Start dari posisi keenam pada seri kelima yang digelar akhir pekan lalu di Sirkuit Sepang, Malaysia, keduanya finis di posisi ketiga kelas GT4 Pro Am dengan Toyota GR Supra GT4 Evo2. Kabar ini dilaporkan Rabu (26/8/2026).
Hasil seri kelima: start P6, finis P3
Menurut laporan KOMPAS.com, seri kelima The Super Series 2026 berlangsung dengan format balap malam. Haridarma dan Takuma mengendarai mobil secara bergantian selama 60 menit ditambah satu lap. Dari posisi start keenam, keduanya naik ke posisi ketiga saat finis.
Toyota GR Supra GT4 Evo2 yang mereka pakai punya mesin 3.000 cc 6 silinder dengan single twin-scroll turbocharger yang sudah di-upgrade oleh Toyota Gazoo Racing (TGR), menghasilkan tenaga 430 TK dan torsi 650 Nm. Mobil yang sama menjadi juara di kejuaraan GT World Challenge Asia Japan Cup 2025 tahun lalu.
Seri keenam: pecah ban, tidak finis
Capaian di seri kelima tidak berlanjut di seri keenam yang berlangsung pada hari berikutnya. Haridarma dan Takuma mengalami pecah ban yang disusul kendala teknis lain, sehingga tidak bisa menyelesaikan balapan. Seperti dikutip dari Suara.com, seri keenam ini digelar pada siang hari, berbeda dari format malam di seri kelima.
| Seri | Waktu balap | Posisi start | Hasil |
|---|---|---|---|
| Seri 5 | Malam | P6 | Finis P3 (podium) |
| Seri 6 | Siang | – (tidak dicatat) | Tidak finis, pecah ban dan kendala teknis lain |
Pernyataan resmi Toyota-Astra Motor
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma menyampaikan apresiasi atas hasil debut ini lewat keterangan resmi TAM. “Duet pembalap senior Haridarma dengan pembalap muda Takuma diharapkan dapat membuka peluang untuk berprestasi dan mengangkat nama TGRI di level Asia, serta mengasah talenta pembalap di berbagai lomba dengan menggunakan GR Supra GT4 Evo2,” kata Bansar.
Marketing Director TAM lainnya, Hiroyuki Oide, menyebut partisipasi TGRI di The Super Series 2026 sebagai bagian dari komitmen meningkatkan daya saing di berbagai kompetisi balap sekaligus mengangkat nama pembalap lokal lewat kompetisi internasional.
Takuma sendiri menyebut atmosfer dan tantangan balap regional berbeda dari balapan nasional, dan menjadikan pengalaman ini sebagai bahan belajar untuk kompetisi berikutnya.
Kalau kamu mengikuti rekam jejak Toyota Gazoo Racing Indonesia, hasil dua seri ini memberi gambaran yang seimbang, bukan cuma sisi positifnya. Podium di seri kelima menunjukkan GR Supra GT4 Evo2 kompetitif begitu naik ke ajang regional, sejalan dengan catatan mobil ini di GT World Challenge Asia Japan Cup 2025.
Tapi gagal finis di seri keenam akibat pecah ban dan kendala teknis jadi pengingat bahwa debut ini belum konsisten dalam dua balapan berturut-turut. Kalau kamu menilai kredibilitas balap sebuah mobil performa, dua data poin ini sebaiknya dilihat bersamaan, bukan cuma dari hasil terbaiknya saja.