Kalau kamu sedang mempertimbangkan Proton bekas, langkah pertama bukan mencari unit termurah, tapi memetakan model mana yang penyakitnya paling bisa kamu terima dan biaya perbaikannya sesuai bujet. Jaringan resmi Proton di Indonesia memang sudah lama tidak aktif, tapi populasi mobil bekasnya masih beredar dan tetap punya peminat.
Berdasarkan laporan kumparan.com yang dipublikasikan 3 September 2026, Kemal, pemilik Bengkel Proton Centre Jatiasih, membagikan pengalamannya menangani berbagai model Proton untuk konsumen yang datang ke bengkelnya. Kemal mengenal mobil ini sejak bekerja sebagai mekanik Proton di Cikarang pada 2008, sebelum membuka bengkel sendiri pada 2017. Keterangannya disampaikan dalam wawancara pada Senin, 31 Agustus 2026.
Kelebihan dan penyakit tiap model, menurut Kemal
Kemal memetakan karakter tujuh model Proton yang paling sering masuk ke bengkelnya. Sebagian besar punya keluhan yang sama pada bagian perkabelan, tapi kelebihan dan segmen penggunanya berbeda-beda.
| Model | Kelebihan menurut Kemal | Penyakit utama | Catatan biaya |
|---|---|---|---|
| Exora | Kabin lega (Kemal menyebut pernah memuat 13 orang), AC dingin karena triple blower, mesin dan kaki-kaki tergolong bandel | Perkabelan, umum terjadi pada mobil tua | Tidak disebutkan angka spesifik |
| Saga | Irit dan kuat, sekitar 50 persen populasinya dulu dipakai sebagai armada taksi | Perkabelan, lebih berisiko pada unit eks taksi karena kabel sudah pernah diutak-atik | Tidak disebutkan angka spesifik, Kemal menyarankan hindari unit eks taksi untuk pemakaian harian |
| Savvy | Menggunakan mesin Renault dengan transmisi automated manual | Sensor pada transmisi matik | Perbaikan sensor matik sekitar Rp22 juta per set, Kemal jarang menerima unit ini karena spare part tidak selalu tersedia |
| Persona | Sedan kompak dengan basis teknologi Lotus | Perkabelan, Kemal menyebut risiko kebakaran meningkat kalau kabel sudah ruwet | Harga baru pada 2008 sekitar Rp131-140 juta, menurut Kemal harga unit bekasnya kini sekitar Rp40 jutaan |
| Gen 2 Hatchback | Mesin CamPro 1.600cc yang sama dengan Exora dan Satria Neo, masih dipakai untuk kebutuhan antar jemput anak sekolah | Perkabelan | Pajak tahunan menurut Kemal di bawah Rp1 juta |
| Satria Neo | Dua pintu termurah di kelasnya, mesin dinilai mudah dimodifikasi sehingga populer di kalangan penggemar balap seperti di Medan | Perkabelan | Tidak disebutkan angka spesifik |
| Preve dan Suprima S | Kelas tertinggi Proton, interior disebut Kemal setara Mercedes-Benz, tujuh titik airbag, transmisi CVT, ada varian turbo | Perkabelan, populasinya di Indonesia tergolong jarang | Tidak disebutkan angka spesifik |
Kenapa perkabelan jadi keluhan yang berulang
Dari tujuh model itu, satu pola yang sama muncul terus, yaitu masalah pada sistem perkabelan. Kemal menjelaskan bahwa selama ini bengkelnya lebih banyak menangani servis rutin, bukan kerusakan berat, kecuali pada unit yang pernah terendam banjir.
Kemal juga menyebut beberapa model Proton memakai basis mesin yang sama, misalnya Exora, Gen 2 Hatchback, dan Satria Neo yang sama-sama memakai mesin CamPro 1.600cc. Kesamaan ini membuat perawatannya relatif lebih mudah karena spare part substitusi dari merek lain juga bisa dipakai, kecuali untuk Savvy yang basis mesinnya dari Renault dan menurut Kemal tidak selalu ia stok karena harganya mahal.
Dalam laporan lain yang membahas pengalaman konsumennya, Kemal menceritakan seorang konsumen asal Tasikmalaya yang awalnya datang untuk mencari Toyota Innova bekas untuk usaha travel. Setelah mencoba mengendarai Proton Exora miliknya, konsumen itu berubah pikiran dan membeli unit tersebut karena kabin yang lega dianggap cocok untuk mengangkut penumpang, termasuk rombongan lansia untuk keperluan ziarah.
Menurut Kemal, konsumen itu kemudian membeli total tiga unit Exora untuk armada travelnya, sebelum akhirnya menambah kendaraan lain di luar Proton.
Kemal juga menyebut kasus lain, seorang pemilik usaha toko kue di Pluit yang membeli empat unit Exora secara bertahap. Menurut Kemal, usaha tersebut sudah tutup karena dampak pandemi Covid-19, meski unit Exora yang dibeli tetap dipakai konsumennya.
Kalau kamu mau memutuskan, bandingkan berdasarkan prioritasmu
Sumber di atas tidak menyebut satu model sebagai yang terbaik, jadi pilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhanmu.
- Kalau prioritasmu kabin lega untuk keluarga besar atau usaha angkut penumpang, Exora sesuai dengan yang diceritakan Kemal soal daya tampung dan AC-nya.
- Kalau kamu cari mobil harian yang irit tapi ingin menghindari riwayat pemakaian berat, Saga bisa jadi pilihan asal bukan unit eks taksi.
- Kalau bujet servismu ketat dan kamu ingin pajak tahunan murah untuk pemakaian kota, Gen 2 Hatchback sesuai dengan catatan pajak di bawah Rp1 juta dari Kemal.
- Kalau kamu tertarik modifikasi performa dan siap dengan biaya aftermarket, Satria Neo disebut Kemal punya basis mesin yang mudah dioprek.
- Kalau kamu menyasar fitur lebih lengkap dan siap dengan populasi unit yang langka, Preve atau Suprima S sesuai dengan spesifikasi CVT dan airbag yang disebutkan Kemal.
- Kalau kemudahan ketersediaan spare part jadi pertimbangan utama, Savvy perlu dipikirkan ulang karena menurut Kemal ia sendiri jarang menyetok unit ini akibat harga sparepart yang tinggi.
Apa pun modelnya, catatan Kemal soal perkabelan berlaku untuk hampir semua Proton bekas. Poin itu yang perlu kamu cek langsung sebelum bicara soal harga dan kelengkapan fitur.