ITB Usul Rem ABS Wajib untuk Motor Baru Mulai 2027, Imbas Kematian Kecelakaan Naik
ITB mengusulkan rem ABS wajib pada sepeda motor baru mulai 2027, menyusul kenaikan angka kematian kecelakaan lalu lintas sebesar 6,2 persen pada 2024. Usulan ini sudah diserahkan ke Kementerian Perhubungan sebagai bahan pertimbangan kebijakan keselamatan jalan.
Berita.co – Institut Teknologi Bandung (ITB) mengusulkan sepeda motor baru wajib dilengkapi rem Anti-lock Braking System (ABS) mulai tahun 2027.
Usulan itu muncul setelah angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia naik 6,2% pada 2024 dibanding 2021, dari jumlah yang sudah mencapai 26.839 jiwa.
Capaian itu masih jauh dari target pemerintah yang ingin menekan angka kematian menjadi 15.160 jiwa pada 2030. Peneliti ITB, Sony Sulaksono Wibowo, mengatakan upaya menekan kecelakaan perlu dimulai dari kendaraannya, dikutip kumparan.com pada Minggu (4/10).
“Keselamatan itu dari akar, memperbaiki hazard. Potensi hazard dari roda dua adalah kendaraannya,” kata Sony.
Alasannya, sepeda motor mendominasi 84% dari total kendaraan terdaftar di Indonesia, dan sekitar 73% dari lebih 149 ribu kecelakaan yang terjadi setiap tahun melibatkan kendaraan roda dua.
Riset ITB juga mencatat roda motor bisa terkunci dalam waktu kurang dari 0,2 detik saat pengereman darurat, sementara manusia rata rata butuh 0,75 detik untuk bereaksi dalam kondisi panik.
Selisih waktu tersebut jadi alasan utama kenapa teknologi pengereman jadi sorotan.
Beda ABS dan CBS, dua opsi yang dibandingkan ITB
Kajian ITB membandingkan dua teknologi, yaitu Combined Braking System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS).
CBS membagi gaya pengereman ke roda depan dan belakang agar lebih seimbang, tapi tidak mencegah roda terkunci. ABS mengatur tekanan rem secara otomatis supaya roda tidak terkunci saat direm keras, jadi kendali motor tetap terjaga.
Dua skenario penerapan mulai 2027:
- Skenario 1, ABS wajib untuk motor di atas 125 cc, sementara motor 125 cc ke bawah boleh pakai ABS atau CBS.
- Skenario 2, ABS wajib untuk seluruh motor baru, tanpa kecuali kapasitas mesin.
Kelompok motor 125 cc ke bawah sendiri mencakup 76% dari total armada motor nasional, jadi pilihan skenario ini akan menentukan berapa banyak model yang kena wajib ABS.
ITB memperkirakan penerapan salah satu skenario ini bisa mencegah 26.679 sampai 111.163 kematian hingga tahun 2045, tergantung skenario mana yang dipilih regulator.
Kenapa ini relevan buat keputusan beli motor kamu?
Kalau usulan ini jadi aturan resmi mulai 2027, motor baru di kelas di atas 125 cc otomatis hanya tersedia dengan ABS, bukan lagi pilihan CBS.
Buat kamu yang berencana beli motor baru dalam waktu dekat, cek dulu dua hal, apakah model yang kamu incar sudah pakai ABS atau masih CBS, dan kelas cc motor itu termasuk skenario pertama atau skenario kedua di atas.
Kalau motor incaranmu 125 cc ke bawah, kamu masih punya opsi CBS selama skenario pertama yang akhirnya dipilih regulator. Usulan ini belum final, jadi keputusanmu sebaiknya tetap berpatokan pada spesifikasi resmi dari dealer, bukan asumsi aturan yang belum berlaku.
Proyeksi tanpa perubahan, dan perbandingan dengan Malaysia
Tanpa perubahan kebijakan, ITB memproyeksikan angka kematian di jalan bisa mencapai 31.733 jiwa per tahun pada 2045, jauh di atas target keselamatan jalan yang diproyeksikan sebesar 11.679 jiwa per tahun.
Skema ini tercantum dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ).
Malaysia sudah lebih dulu mewajibkan ABS untuk motor 150 cc ke atas sejak 1 Januari 2025, meski hasil kebijakan keselamatan jalan biasanya baru terlihat setelah lima tahun berjalan.
Direktur Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS), Zulhaidi Mohd Jawi, menyebut ABS bisa menekan lebih dari 30 persen fatalitas kecelakaan, meski menurutnya bukan satu satunya solusi.
Sudah diserahkan ke Kementerian Perhubungan
Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menilai ABS sebagai solusi jangka pendek yang paling masuk akal untuk menekan kecelakaan motor saat ini.
Hasil riset dan rekomendasi kebijakan ini sudah diserahkan ITB bersama Pijar Foundation kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan RUNK LLAJ.
Aturan yang berlaku sekarang belum spesifik mengatur kewajiban ABS, jadi kajian ITB ini masih berstatus usulan, bukan keputusan final.
Kalau kamu sedang menimbang motor baru untuk pakai jangka panjang, pantau dulu perkembangan aturan ini, karena skenario dan kelas cc yang akhirnya dipilih regulator baru akan menentukan model mana yang kena wajib ABS mulai 2027.
