Mobil

Honda dan Nissan Sepakat Garap Software Mobil, Aliansi dengan Mitsubishi Melemah

Honda Motor dan Nissan Motor akan mencapai kesepakatan untuk mengembangkan perangkat lunak kendaraan secara bersama. Kesepakatan ini diperkirakan tercapai paling cepat Senin, 31 Agustus 2026, mengacu pada laporan Nikkei yang terbit Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut laporan yang dikutip CNN Indonesia, kedua perusahaan akan mengembangkan sistem operasi dan komputer terintegrasi atau onboard computer untuk dipakai di mobil-mobil baru mulai 2029. Perangkat lunak ini disebut berpotensi juga dipakai di mobil-mobil elektrifikasi hasil kedua perusahaan.

Kesepakatan ini muncul lebih dari setahun setelah Honda dan Nissan mengakhiri pembicaraan merger untuk membentuk perusahaan otomotif senilai US$60 miliar pada Februari 2025. Pembicaraan merger itu sendiri dimulai medio Desember 2024.

Honda menyampaikan kepada Reuters bahwa pihaknya sedang mendiskusikan “potensi bidang kerja sama” dengan Nissan dan Mitsubishi Motors dalam kerangka kemitraan strategis mereka, namun belum ada keputusan final. Juru bicara Nissan menyatakan perusahaan sedang menjajaki berbagai kemungkinan dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika ada perkembangan.

CEO Nissan, Ivan Espinosa, bulan ini mengatakan perusahaan sedang mendiskusikan kemungkinan bidang kerja sama perangkat lunak dengan Honda.

Kenapa aliansi Nissan-Mitsubishi disebut melemah

Di sisi lain, aliansi Mitsubishi Motors dan Nissan dinilai minim hasil menjelang ulang tahun kesepuluh kerja sama itu pada Oktober 2026. Nissan, di bawah chairman saat itu Carlos Ghosn, membeli 34% saham Mitsubishi pada Oktober 2016 senilai sekitar 240 miliar yen, setara Rp26,64 triliun dengan kurs saat itu Rp111 per yen. Transaksi tersebut sebagian berfungsi sebagai penyelamatan setelah Mitsubishi kehilangan kepercayaan konsumen akibat skandal data efisiensi bahan bakar.

Kerja sama itu sempat melahirkan produk bersama, seperti kei car listrik Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV yang disebut laris, serta SUV Mitsubishi Outlander dan Nissan X-Trail yang dibangun di atas platform yang sama.

Namun Koji Endo, chief executive analyst SBI Securities, dikutip Nikkei Asia pada Kamis, 27 Agustus 2026, menyebut kerja sama yang ada antara kedua perusahaan “tidak cukup untuk menopang laba mereka”. Nikkei menghitung rasio laba operasional total Mitsubishi selama lima tahun hingga tahun fiskal 2025 dibagi belanja riset dan pengembangan lima tahun sebelumnya. Hasilnya rasio 1,3, turun tajam dari 3,3 satu dekade sebelumnya.

Sebagai pembanding, Nikkei mencatat Suzuki dan Subaru, yang bermitra dengan Toyota, mencetak rasio 3,2 dan 2,3 untuk periode yang sama.

Seiji Sugiura, senior analyst Tokai Tokyo Intelligence Laboratory, menambahkan bahwa Mitsubishi dan Nissan “tidak membuat kemajuan pada berbagi komponen dan pengadaan”. Menurutnya, investasi Nissan ke Mitsubishi tampak benar-benar didorong oleh keputusan pribadi Ghosn, tanpa diskusi mendalam soal kerja sama sebelumnya.

Bagi Nissan, hubungan dengan Mitsubishi diperkirakan hanya menyumbang sekitar 1% dari total laba sebelum pajak perusahaan selama sepuluh tahun terakhir.

Tekanan yang dihadapi kedua pabrikan

Mitsubishi menghadapi persaingan pabrikan China di Asia Tenggara, kawasan yang digarapnya intensif sejak 2000-an, ditambah dampak tarif Amerika Serikat dan konflik di Timur Tengah. Kapitalisasi pasar Mitsubishi tercatat merosot sekitar 40% sejak Oktober 2016.

Nissan sendiri mencatat rugi bersih tahunan kedua berturut-turut pada tahun fiskal 2025, di tengah lesunya penjualan di Amerika Utara dan proses restrukturisasi yang masih berjalan.

Struktur saham Mitsubishi Motors saat ini dikuasai Nissan bersama tiga perusahaan grup Mitsubishi, termasuk Mitsubishi Corp, dengan total kepemilikan 51%. Hubungan permodalan itu disebut tidak akan berubah dalam waktu dekat, meski beredar rumor di kalangan pengamat pasar bahwa Nissan bisa melepas sebagian sahamnya setelah masa lockup saham berakhir Oktober mendatang.

Dua opsi lain juga disebut mengemuka di kalangan analis. Pertama, masuknya Honda untuk membentuk aliansi tiga arah, dengan kekuatan Mitsubishi di segmen pikap dinilai menarik bagi Honda yang saat ini memang sedang berbicara dengan Nissan soal software-defined vehicle. Kedua, opsi Foxconn: pekan lalu Mitsubishi menyatakan akan membeli satu mobil listrik yang dikembangkan unit Foxconn, dengan penjualan direncanakan mulai di Australia dan Selandia Baru paling cepat tahun ini.

Apa yang perlu kamu perhatikan kalau sedang mempertimbangkan Nissan atau Mitsubishi

Kalau kamu sedang menimbang beli Nissan atau Mitsubishi dalam waktu dekat, dua perkembangan di atas relevan buat rencana kepemilikan jangka menengah, bukan buat keputusan beli hari ini. Berikut yang bisa kamu catat berdasar apa yang sudah dinyatakan sumber:

  • Software mobil baru: hasil kerja sama Honda-Nissan baru menyasar mobil-mobil yang meluncur mulai 2029. Kalau kamu berencana beli Nissan sebelum tahun itu, unit yang kamu beli kemungkinan besar belum memakai sistem operasi hasil kerja sama ini.
  • Platform berbagi Nissan-Mitsubishi: model seperti Nissan X-Trail dan Mitsubishi Outlander sejauh ini masih memakai platform bersama hasil kerja sama lama. Sumber tidak menyebut rencana penghentian platform berbagi ini, tapi juga tidak menyebut rencana model baru hasil kerja sama Nissan-Mitsubishi setelah 2026.
  • Ketersediaan parts dan purnajual: sumber tidak menyatakan perubahan apa pun soal dukungan suku cadang atau jaringan servis kedua merek akibat dinamika aliansi ini. Kalau ini jadi pertimbanganmu, informasi itu belum tersedia dari laporan yang ada dan sebaiknya kamu tanyakan langsung ke diler resmi saat membeli.
  • Arah harga dan lini produk ke depan: analis menyebut posisi keuangan Mitsubishi tertekan oleh persaingan merek China dan kapitalisasi pasar yang turun. Ini konteks industri, bukan sinyal langsung soal harga OTR model tertentu, jadi jangan dijadikan dasar tunggal untuk menunda atau mempercepat pembelian.

Singkatnya, kalau prioritasmu adalah fitur software terbaru, kamu perlu menunggu sampai ada kepastian model tahun 2029 ke atas. Kalau prioritasmu adalah platform dan komponen yang sudah terbukti dipakai bersama seperti Outlander dan X-Trail, model yang sudah ada di pasar sekarang belum terpengaruh oleh dinamika aliansi yang dilaporkan ini.

Rendy Andriyanto

Rendy Andriyanto

Administrator

Menulis kanal Otomotif di Berita.co. Praktisi SEO dengan pengalaman 8 tahun lebih di industri berita, otomotif, dan produk finansial, termasuk dua tahun menangani Hyundai Motorstudio Senayan Park dan membangun situsnya, hyundai.motorstudio.co.id.

linkedin.com View all articles