Marc Marquez memenangkan MotoGP Aragon 2026 yang digelar Minggu, 30 Agustus 2026, unggul 1,8 detik atas Pedro Acosta di posisi kedua dan Marco Bezzecchi di posisi ketiga. Francesco Bagnaia gagal finis setelah terjatuh saat balapan baru memasuki lap keenam.
Urutan Finis Tiga Besar
- Marc Marquez (Ducati), menang dengan selisih 1,8 detik atas posisi kedua
- Pedro Acosta (Red Bull KTM), merebut posisi kedua di zona pengereman menjelang tikungan terakhir
- Marco Bezzecchi (Aprilia), sempat memimpin dan meraih pole position, turun ke posisi ketiga setelah kalah duel dari Marquez lalu disalip Acosta
Bezzecchi memimpin lebih dulu di tikungan 3 setelah sempat kehilangan posisi terdepan ke Marquez di tikungan 1. Pada lap keenam, kedua pebalap terlibat duel jarak dekat saat melaju berdampingan dengan kecepatan sekitar 350 km per jam menuju lintasan lurus.
KOMPAS.com mengutip pernyataan Marquez bahwa efek aerodinamika kedua motor membuat keduanya seperti saling tertarik saat berada dalam jarak sangat dekat, bahkan sampai memunculkan wheelie kecil di gigi enam. Marquez menyebut momen itu menakutkan, sekaligus tontonan yang menarik bagi penonton.
Bezzecchi bertahan di posisi kedua usai duel tersebut, sebelum akhirnya kehilangan posisi itu ke Acosta menjelang akhir balapan.
Momen Acosta Menyalip Bezzecchi
OtoDream melaporkan Bezzecchi mengaku sudah mendengar suara motor Marquez di belakangnya sebelum tikungan 15, lalu keduanya bertarung di lintasan lurus dengan bantuan slipstream. Saat perhatian Bezzecchi masih tertuju ke duel dengan Marquez di zona pengereman menjelang tikungan terakhir, Acosta datang dari sisi luar dan mengambil alih posisi kedua.
Bezzecchi menanggapi manuver itu dengan komentar spontan kepada Acosta setelah balapan. Meski gagal menang, ia menyebut akhir pekan di Aragon sebagai hasil yang memuaskan karena berhasil naik podium untuk pertama kalinya di sirkuit tersebut, sekaligus mengamankan pole position.
Bagnaia berada di posisi ketujuh saat motornya tergelincir pada lap keenam. Ini merupakan kegagalan finis kedua secara beruntun bagi pebalap Ducati Lenovo Team itu, setelah sebelumnya juga terjatuh di MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone.
Usai balapan, Bagnaia menyebut ban belakang kompon medium yang dipakainya sudah kehilangan traksi hanya dalam lima lap, sebelum ban depan ikut kehilangan cengkeraman. Ia menambahkan bahwa masalah grip ini mulai terasa lebih parah sejak Silverstone, padahal ia sempat menunjukkan tanda kebangkitan dengan empat podium beruntun dari Barcelona hingga Brno. Bagnaia membantah ada perubahan besar pada setup motornya, dan mengaku belum menemukan jawaban atas persoalan tersebut menjelang seri-seri berikutnya.
Klasemen Sementara
Kemenangan di Aragon belum cukup membawa Marquez ke puncak klasemen. Jorge Martin masih memimpin dengan 256 poin, diikuti Marquez di posisi kedua dengan 237 poin, dan Bezzecchi di posisi ketiga dengan 232 poin, hanya tertinggal 5 poin dari Marquez dan 24 poin dari Martin.
| Posisi | Pebalap | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Jorge Martin | 256 |
| 2 | Marc Marquez | 237 |
| 3 | Marco Bezzecchi | 232 |
Kalau kamu mengikuti persaingan gelar musim ini, jarak tipis antara Marquez dan Bezzecchi berarti hasil di seri berikutnya bisa mengubah urutan dua besar sewaktu-waktu. Sementara itu, masalah grip yang belum terpecahkan membuat posisi Bagnaia di klasemen makin sulit dikejar kalau sirkuit berikutnya punya karakter aspal dengan cengkeraman lebih rendah.