Kalau kamu lagi menimbang liburan ke Moskow, ada dua hal yang perlu kamu putuskan lebih dulu sebelum booking apa pun: kapan waktu paling pas berangkat, dan bagaimana rute penerbangannya, karena sampai sekarang belum ada penerbangan langsung dari Jakarta.
Musim dingin jadi rekomendasi resmi
Dalam konferensi pers Roadshow of Moscow City Tourism Committee di Jakarta, Selasa (1/9/2026), Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan Moskow sebenarnya bisa dikunjungi kapan saja karena punya empat musim dengan daya tariknya masing-masing. Kalau harus memilih satu, dia menyarankan musim dingin. Keterangan ini dilaporkan KOMPAS.com pada 3 September 2026.
Alasannya, di musim dingin wisatawan Indonesia bisa merasakan salju, main ski, dan seluncur es, pengalaman yang menurut Tolchenov belum tentu pernah dirasakan orang Indonesia. Cuaca panas, menurutnya, sudah biasa dirasakan di Tanah Air sehingga bukan lagi daya tarik baru.
Tolchenov juga mengingatkan soal cuaca Juli dan Agustus yang bisa cukup ekstrem. Suhu normalnya sekitar 25 sampai 27 derajat Celsius, tapi pada Juli suhu di Moskow terkadang bisa naik sampai 40 derajat Celsius.
Kenapa tiap musim punya alasan sendiri
Head of the Directorate for Asia, CIS and Latin America Moscow City Tourism Committee, Maria Pasuginova, menambahkan bahwa empat musim di Moskow dan Rusia secara umum punya karakter yang sangat berbeda, sampai jadi tema yang banyak dituangkan dalam karya sastra dan puisi Rusia. Bagi masyarakat Rusia sendiri, musim panas justru jadi musim yang paling ditunggu untuk berlibur setelah melewati musim dingin. Sementara awal September dianggap semacam awal tahun baru karena sekolah dan perguruan tinggi mulai tahun ajaran baru di sana.
Buat kamu yang sedang merencanakan perjalanan, ini berarti pilihan musim bukan soal benar atau salah, tapi soal pengalaman apa yang kamu cari dan seberapa siap kamu dengan suhu ekstremnya.
Kenapa belum ada penerbangan langsung Jakarta-Moskow
Di luar soal musim, hal kedua yang perlu kamu cek adalah rute penerbangan. Sampai awal September 2026, belum ada penerbangan langsung yang menghubungkan Jakarta dengan Moskow, meski jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke sana terus bertambah.
Tolchenov menjelaskan, pembukaan rute penerbangan langsung bukan keputusan pemerintah, melainkan keputusan komersial maskapai yang bergantung pada pertimbangan ekonomi. Sejauh ini, menurutnya, belum terlihat alasan ekonomi yang cukup kuat untuk membuka rute tersebut.
Salah satu sebabnya, wisatawan Rusia yang datang ke Indonesia cenderung memilih Bali atau Flores untuk menikmati pantai, bukan Jakarta. Tolchenov menyebut ada kemungkinan lebih banyak maskapai Rusia, tidak hanya Aeroflot, mencoba membuka penerbangan ke Indonesia ke depannya. Dia bahkan menilai peluang yang lebih menjanjikan justru datang dari wilayah Siberia dan Rusia bagian timur, karena jaraknya lebih dekat ke Indonesia dan masyarakatnya juga tertarik ke negara beriklim hangat, terutama saat musim dingin.
Yang perlu kamu cek sebelum merencanakan perjalanan
- Musim keberangkatan dan suhu yang menyertainya, terutama kalau kamu berangkat Juli atau Agustus, karena suhu bisa naik jauh dari perkiraan.
- Rute dan maskapai transit yang tersedia, karena belum ada penerbangan langsung Jakarta-Moskow, sehingga total waktu tempuh dan biaya transit perlu dihitung dari awal.
- Syarat visa dan dokumen perjalanan terbaru ke Rusia, langsung ke kedutaan atau situs resmi terkait, karena aturan ini bisa berubah dan tidak dibahas rinci dalam keterangan resmi di atas.
- Jadwal dan agenda musiman di Moskow kalau kamu berencana datang saat pergantian musim, misalnya awal September yang bertepatan dengan mulainya tahun ajaran baru di sana.