Travel & Wisata

Soetta Buka Bertahap Usai Abu Krakatau, Ini yang Perlu Kamu Cek Sebelum ke Bandara

Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan secara bertahap sejak Selasa dini hari, 8 September 2026, setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa tujuh bandara berhenti beroperasi.

Kalau kamu punya tiket dalam beberapa hari ke depan, statusnya belum tentu normal. Jadwal masih disesuaikan, dan itu yang perlu kamu cek lebih dulu sebelum berangkat.

Tiga bandara mulai beroperasi lagi secara bertahap pada Selasa, 8 September 2026. Berdasarkan Notice to Air Missions (Notam) AirNav Indonesia yang dikutip Suara.com, Soekarno-Hatta buka pukul 00.30 WIB, Halim Perdanakusuma pukul 00.40 WIB, dan Husein Sastranegara pukul 00.42 WIB.

Buka bukan berarti langsung normal. Di Soekarno-Hatta, arus keberangkatan dan kedatangan diatur lewat Air Traffic Flow Management (ATFM). Artinya masih ada penyesuaian jadwal, dan calon penumpang diminta memeriksa status penerbangan lewat kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Seberapa besar gangguannya

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut 2.961 penerbangan terdampak perubahan operasional bandara hingga Senin sore, 7 September 2026, terdiri dari 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional. Jumlah penumpang yang terdampak mencapai 341 ribu orang.

Tujuh bandara sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik:

  • Soekarno-Hatta, Banten
  • Radin Inten II, Lampung
  • Budiarto, Banten
  • Halim Perdanakusuma, Jakarta
  • Pondok Cabe, Banten
  • Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung
  • Husein Sastranegara, Jawa Barat

Penutupan tujuh bandara itu sempat diperpanjang sampai Senin pukul 23.59 WIB. Alasannya arah angin yang membawa abu masih berubah-ubah.

Kenapa kami bersikap konservatif, karena arah angin sangat dinamis. Kita ingin memastikan betul bahwa debu vulkanik ini menjauh dari lokasi bandara yang ada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Meski hasil paper test di sejumlah bandara menunjukkan hasil negatif, keputusan membuka operasional tetap menunggu hasil Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin sebagai rujukan resmi. Di sisi lain, pengelola bandara membersihkan runway, taxiway, dan apron, sementara maskapai memeriksa pesawat dari kemungkinan paparan abu sebelum kembali terbang.

Opsi kalau penerbanganmu batal

Saat penghentian operasional berlangsung, ada beberapa moda darat yang dipakai penumpang terdampak. Rinciannya dirangkum CNN Indonesia.

Bus

Pihak bandara menyediakan bus tanpa biaya untuk penumpang yang penerbangannya dibatalkan dari Soekarno-Hatta, dengan titik pengantaran akhir ke Bandara Adi Sutjipto (Yogyakarta), Adi Sumarmo (Solo), Jenderal Ahmad Yani (Semarang), dan Juanda (Surabaya).

Jadwal yang diumumkan berlaku untuk 7 September 2026, sesi pertama pukul 14.00 WIB dengan registrasi 10.00 sampai 13.00 WIB, dan sesi kedua pukul 18.00 WIB dengan registrasi 16.00 sampai 17.00 WIB.

Jadwal itu sudah lewat, jadi kalau kamu butuh layanan serupa hari ini, konfirmasi dulu ke pihak bandara apakah masih dibuka. Di luar itu, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tetap jadi opsi mandiri.

Kereta api

KAI menambah sejumlah rangkaian, termasuk kelas ekonomi dan eksekutif, pada rute berikut:

  • KA 2B Anggrek: Gambir ke Surabaya Pasarturi
  • KA 204 Tegal Bahari: Pasarsenen ke Tegal
  • KA 203 Tegal Bahari: Tegal ke Pasarsenen
  • KA 164A Gumarang: Pasarsenen ke Surabaya Pasarturi
  • KA 117B Gunung Jati: Cirebon ke Gambir
  • KA 118B Gunung Jati: Gambir ke Semarang Tawang
  • KA 119B Gunung Jati: Semarang Tawang ke Gambir
  • KA 120B Gunung Jati: Gambir ke Cirebon

Travel

Kalau kota tujuanmu masih terjangkau lewat jalan darat, travel bisa dipakai karena bisa mengantar sampai alamat. Pemesanan biasanya lewat agen terdekat dengan titik jemput yang sudah ditentukan.

Kapal

Untuk tujuan beda pulau, moda laut jadi jalan keluar. Tapi untuk rute Jawa ke Sumatera atau sebaliknya, opsi ini belum bisa diandalkan selama Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas.

Kalau kamu bepergian bareng kelompok rentan

Keputusan menunda perjalanan tidak selalu soal bandara buka atau tutup. Kualitas udara di titik keberangkatan juga menentukan, apalagi kalau kamu bepergian dengan ibu hamil, bayi, lansia, atau orang dengan gangguan pernapasan.

Contohnya muncul di pemberitaan Sindonews: aktor Andrew Andika membatalkan total rencana babymoon ke Bali bersama istrinya, Violentina Kaif, yang sedang hamil besar. Alasannya abu vulkanik terasa sampai ke rumahnya di kawasan Bogor, Jawa Barat, sehingga ia memilih menutup rapat rumah dan tidak memaksakan bepergian.

Polanya bisa kamu pakai untuk menilai rencanamu sendiri: cek kondisi udara di lokasi keberangkatan, bukan cuma status penerbangan.

Rifaldy Elninoru

Rifaldy Elninoru

Editor

Menulis kanal Lifestyle di Berita.co. Founder Api.co.id, sebelumnya founding engineer lalu senior software engineer di Gotrade, dan backend engineer di Bank Rakyat Indonesia. Basisnya di Jakarta, dan tulisan Lifestyle-nya datang dari sudut pembaca yang sama-sama sedang cari rekomendasi praktis.

linkedin.com View all articles