TERKINI
Hari Kesehatan Nasional 12 November: Sejarah, dan Keistimewaannya/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Hari Kesehatan Nasional 12 November: Sejarah, dan Keistimewaannya/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari///
Travel & Wisata

Harga Avtur Naik per 1 September 2026, Ini yang Berubah untuk Rencana Liburanmu

Kenaikan harga avtur nasional dan batas fuel surcharge yang lebih tinggi membuat harga tiket pesawat berpotensi naik. Ini yang perlu kamu cek ulang sebelum mengunci destinasi dan moda perjalanan.

Kalau kamu sedang menyusun rencana perjalanan untuk beberapa bulan ke depan, ada satu perubahan biaya yang perlu masuk hitungan. Harga avtur nasional naik menjadi Rp 23.315 per liter mulai 1 September 2026, dan batas maksimal fuel surcharge ikut naik menjadi 40% dari tarif batas atas.

Kombinasi itu membuka ruang bagi maskapai untuk menaikkan komponen biaya tambahan, sehingga harga tiket pesawat berpotensi makin mahal.

Fuel surcharge adalah biaya tambahan bahan bakar yang menempel pada harga tiket. Ketika harga avtur naik, batas atas biaya tambahan itu ikut disesuaikan. Angka avtur Rp 23.315 per liter dan batas 40 persen tersebut dilaporkan Kompas.com pada 4 September 2026.

Yang perlu kamu catat, ini adalah ruang kenaikan, bukan kepastian bahwa semua rute langsung naik dengan besaran yang sama.

Pindah ke jalur darat belum tentu lebih murah

Peneliti Senior Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN), Deddy Herlambang, menilai kenaikan harga tiket pesawat tidak serta-merta membuat wisatawan beralih ke transportasi darat.

Opsi darat menuju destinasi di luar pulau masih terbatas, sementara biaya bahan bakar kendaraan darat juga terus naik. “Kalau kereta masih mungkin, masih oke karena kereta kan sejauh ini tarifnya stabil,” kata Deddy pada Kamis, 3 September 2026.

Ia memberi ilustrasi soal biaya: pengisian penuh tangki mobil yang dulu sekitar Rp 600.000 kini bisa perlu sekitar Rp 1 juta. Biaya tol pun bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi kalau kamu membandingkan pesawat dengan mobil pribadi, hitung total bahan bakar plus tol, bukan hanya selisih harga tiketnya.

Untuk menjaga daya tarik pariwisata di tengah kenaikan biaya transportasi, Deddy menyarankan pemerintah memberikan insentif pajak bagi sektor hotel dan restoran, bukan mendorong masyarakat berpindah moda.

Baca Juga:  Poster Karakter Film Cidro Asmoro Perkenalkan Ndarboy sebagai Daru, Tayang 8 Oktober 2026

Wisatawan tidak berhenti jalan, mereka mengganti pilihan

Badan Pusat Statistik mencatat perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 5,26 juta perjalanan, turun 3,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus pada Juli 2026 tercatat 802,67 ribu perjalanan, naik 4,68% secara bulanan dan 7,73% secara tahunan.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, angkanya menyusut 3,88% secara tahunan menjadi 3,69 juta perjalanan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut penurunan itu dipengaruhi kenaikan harga tiket pesawat seiring naiknya harga avtur serta pelemahan rupiah terhadap mata uang negara tujuan utama, seperti dilaporkan tvOnenews.com.

Pola yang muncul bukan berhenti bepergian, melainkan berhitung lebih ketat. Laporan Traveloka SEA Index periode 1 April hingga 30 Juni 2026 menyimpulkan wisatawan Indonesia tetap melakukan perjalanan, tetapi mengarahkan pilihan ke destinasi yang lebih dekat dan lebih terjangkau, dengan harga sebagai pertimbangan paling menentukan.

Riset industri sepanjang 2025 hingga 2026 menunjukkan tiket transportasi cenderung dibeli jauh hari untuk mengunci harga, sementara akomodasi justru dipesan mendekati tanggal keberangkatan. Kalau anggaranmu ketat, urutan itu bisa kamu pakai: kunci tiket lebih dulu selagi harganya masih masuk anggaran, lalu pantau akomodasi mendekati tanggal berangkat.

Destinasi yang mulai masuk pertimbangan

Tekanan biaya membuka ruang bagi destinasi di luar rute populer Asia Timur dan Asia Tenggara. Kawasan Asia Tengah dan Kaukasus mulai dilirik, sebagian karena kemudahan dokumen perjalanan.

Uzbekistan memberikan fasilitas bebas visa hingga 30 hari bagi pemegang paspor Indonesia, sementara Kazakhstan dan Kyrgyzstan menerapkan skema e-visa atau visa on arrival. Ketentuan visa bisa berubah, jadi konfirmasi ke perwakilan resmi negara tujuan sebelum kamu membeli tiket.

Baca Juga:  Kostum Panggung Agnez Mo Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood, Ada Menu Indonesia Favoritnya di Oktober 2026

Dari sisi motivasi, pelaku industri perjalanan dalam forum Astindo Nusantara Travel Exchange 2026 di Jakarta pada Mei 2026 menilai pasar bergerak ke arah kualitas ketimbang kuantitas, dengan segmen seperti gastronomi, petualangan, wellness, dan wisata pertemuan sebagai penopang utama.

Berita Terkait

Lifestyle · fuel surcharge