TERKINI
Hari Kesehatan Nasional 12 November: Sejarah, dan Keistimewaannya/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Hari Kesehatan Nasional 12 November: Sejarah, dan Keistimewaannya/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari///
Kuliner

Fika, Tradisi Ngopi Santai ala Swedia untuk Jeda dari Pekerjaan

Fika adalah kebiasaan warga Swedia mengambil jeda kerja untuk menikmati kopi dan camilan tanpa memikirkan pekerjaan. Dua laporan media pada 25 Agustus 2026 menjelaskan unsur sosialnya dan cara mengadaptasinya tanpa harus tinggal di Swedia.

Kamu mungkin belum pernah dengar istilah fika, kebiasaan masyarakat Swedia mengambil jeda dari pekerjaan untuk menikmati kopi dan camilan secara santai, baik bersama orang lain maupun sendirian. Kebiasaan ini diberitakan ulang pada 25 Agustus 2026, menjelaskan kenapa jeda semacam ini dianggap penting di tengah kesibukan kerja.

Apa itu fika?

Fika berarti mengambil jeda dari pekerjaan untuk menikmati kopi dan camilan bersama rekan kerja. Liputan6 melaporkan, fika bukan sekadar coffee break di depan meja kerja. Momen ini jadi kesempatan untuk meninggalkan pekerjaan sejenak, berbincang, dan menikmati waktu bersama orang lain. Menurut laporan tersebut, informasi ini merujuk pada catatan The Guardian mengenai kebiasaan warga Swedia memaknai waktu istirahat kerja.

Secara sederhana, fika identik dengan kopi dan makanan manis seperti kue atau pastry. Namun inti tradisi ini bukan cuma soal apa yang ada di atas meja. Fika lebih soal memberi perhatian penuh pada waktu istirahat, tanpa terus memikirkan pekerjaan atau daftar tugas yang belum selesai.

Fimela.com turut mencatat unsur sosial sebagai salah satu daya tarik fika. Mengajak rekan kerja untuk fika berarti menyediakan waktu mengobrol di luar urusan pekerjaan, entah soal film yang sedang ditonton, makanan favorit, atau rencana akhir pekan.

Fika juga tidak harus dilakukan bersama orang lain. Secangkir kopi, sepotong kue, dan beberapa menit tanpa gangguan disebut sudah cukup untuk menciptakan suasana yang lebih santai kalau dilakukan sendirian.

Fika tidak harus dilakukan di Swedia

Kedua laporan ini sama-sama menyebut bahwa fika bisa diadaptasi di mana saja, tidak harus di Swedia dan tidak harus dengan kopi. Teh, cokelat hangat, atau minuman favorit lain disebut bisa jadi pengganti, begitu juga camilan yang tidak harus berupa kue khas Swedia.

Baca Juga:  Waktu Terbaik ke Moskow dan Kenapa Belum Ada Penerbangan Langsung dari Jakarta

Yang perlu diperhatikan kalau kamu mau mencoba fika

  • Tentukan waktu rehat yang jelas, sekitar 15-20 menit, dan hindari mengecek pekerjaan selama waktu itu.
  • Jauhkan laptop dan taruh ponsel kalau memungkinkan, sebelum menyiapkan minuman dan camilan.
  • Kalau dilakukan bersama rekan kerja, sepakati dulu bahwa obrolan di luar topik pekerjaan.
  • Kalau dilakukan sendiri, itu bukan masalah, karena inti fika ada di jeda itu sendiri, bukan pada jumlah orang yang terlibat.

Laporan-laporan ini tidak menyebutkan fika sebagai kewajiban atau aturan baku. Keduanya menekankan bahwa fika sebaiknya tidak dijadikan tugas baru yang justru menambah tekanan, apalagi dilakukan dengan mengikuti aturan tertentu secara kaku.

Berita Terkait

Lifestyle · fika