TERKINI
DPR Sahkan Nyoman Adhi dan Khaidir Abdurrahman Jadi Anggota BPK 2026-2031/// Mendikti Soroti Jumlah Prodi di Indonesia yang Dinilai Terlalu Banyak, Ini Datanya/// KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai Saksi Pekan Ini di Kasus Suap HGB Summarecon/// Harga Kedelai Naik ke Rp13.200 per Kg, Pemerintah Siapkan Opsi Subsidi untuk Perajin Tempe dan Tahu/// WhatsApp Uji Fitur Restricted Chat, Begini Cara Kerjanya/// DPR Sahkan Nyoman Adhi dan Khaidir Abdurrahman Jadi Anggota BPK 2026-2031/// Mendikti Soroti Jumlah Prodi di Indonesia yang Dinilai Terlalu Banyak, Ini Datanya/// KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai Saksi Pekan Ini di Kasus Suap HGB Summarecon/// Harga Kedelai Naik ke Rp13.200 per Kg, Pemerintah Siapkan Opsi Subsidi untuk Perajin Tempe dan Tahu/// WhatsApp Uji Fitur Restricted Chat, Begini Cara Kerjanya///
Mobil

Mobil China di Indonesia Diuji Ganda: Persaingan DFSK E5 Plus dan Keluhan Aftersales di Medsos

DFSK E5 Plus resmi bersaing dengan BYD, Wuling, dan Chery di segmen MPV elektrifikasi, sementara keluhan layanan purnajual mobil China ramai dibahas di media sosial. Andalan Motors dan OMODA & JAECOO angkat bicara soal SOP penanganan komplain mereka.

Berita.co – Persaingan mobil listrik dan hybrid asal China di Indonesia makin ramai dibahas pekan ini. Di satu sisi ada pemain baru yang harus membuktikan diri di tengah nama besar. Di sisi lain, keluhan soal layanan purnajual justru jadi sorotan konsumen di media sosial.

Menurut laporan Kabaroto.com yang terbit Kamis, 17 September 2026 pukul 05.30 WIB, DFSK baru saja melepas MPV elektrifikasi E5 Plus ke pasar Indonesia. Mobil ini langsung berhadapan dengan BYD, Wuling, dan Chery, tiga merek yang lebih dulu punya basis konsumen kendaraan elektrifikasi di dalam negeri.

DFSK E5 Plus Harus Menghapus Bayang Glory 580

Menurut pemberitaan yang sama, DFSK E5 Plus dibanderol Rp479 juta. Harga ini membuatnya sejajar dengan opsi PHEV dan EV dari BYD, Wuling, dan Chery di rentang harga yang mirip.

Masalahnya, nama DFSK masih terikat dengan kasus Glory 580, model lawas yang sempat viral karena gagal menanjak dan berujung ke ranah hukum. Reputasi ini jadi beban tambahan buat E5 Plus, terlepas dari teknologi baru yang dibawanya.

Diversifikasi lewat lini Seres juga belum banyak membantu. Momentum penjualannya masih minim di pasar kendaraan listrik nasional.

Jaringan diler DFSK di luar kota besar pun masih terbatas. Ini berarti akses test drive, layanan servis, dan ketersediaan suku cadang jadi pertimbangan ekstra buat kamu yang tinggal jauh dari kota besar.

Keluhan Aftersales Mobil China Ramai di Medsos

Isu kedua datang dari sisi layanan purnajual. Sehari sebelumnya, Rabu 16 September 2026 pukul 18.58 WIB, Keluhan konsumen soal respons dealer dan penanganan kendaraan mobil-mobil asal China yang ramai di media sosial. Sorotan ini memunculkan anggapan bahwa sebagian merek Tiongkok lebih fokus kejar angka penjualan ketimbang membangun layanan purnajual yang solid.

Direktur Andalan Motors, Jaya Kontesa, membantah persoalan itu terkait brand atau negara asal kendaraan. Menurutnya, kasus-kasus yang muncul lebih banyak disebabkan oknum di lapangan. Andalan Motors mengklaim sudah melakukan pengecekan latar belakang karyawan sejak proses rekrutmen, serta menyediakan informasi resmi termasuk rekening perusahaan lewat situs resminya.

Head of Sales OMODA & JAECOO Indonesia, Willy Winawan, menyebut timnya punya SOP untuk tenaga penjualan dan mekanik di seluruh jaringan diler. Evaluasi dan refreshment training dilakukan berkala, mengingat rotasi karyawan di dealer cukup tinggi. Setiap dealer OMODA & JAECOO juga punya customer relation officer (CRO) untuk menangani keluhan konsumen.

Buat Kamu yang Mau Beli Mobil China

Dua kejadian ini menunjukkan pola yang sama, harga kompetitif saja tidak cukup buat merek mobil China bersaing di Indonesia. Kalau kamu sedang membandingkan DFSK E5 Plus dengan BYD, Wuling, atau Chery, tiga hal ini yang perlu kamu masukkan ke pertimbangan.

  • Rekam jejak layanan purnajual merek tersebut, bukan cuma harga OTR.
  • Jangkauan jaringan diler di kotamu, terutama kalau kamu tinggal di luar kota besar.
  • Kejelasan SOP dan kanal komplain dealer, seperti CRO atau call center, buat jaga-jaga kalau ada masalah setelah pembelian.

Kalau prioritas kamu ada di harga, DFSK E5 Plus dengan banderol Rp479 juta sejajar dengan opsi PHEV dan EV dari BYD, Wuling, atau Chery di rentang yang mirip, jadi tetap layak masuk daftar bandingan.

Tapi kalau prioritas kamu adalah kepastian layanan purnajual dan jaringan diler yang sudah teruji, BYD, Wuling, atau Chery yang lebih dulu membangun rekam jejak di segmen ini jadi pertimbangan yang lebih aman untuk sekarang. Pastikan juga kamu cek langsung ke diler resmi soal SOP penanganan komplain sebelum tanda tangan kontrak.

Berita Terkait

Otomotif · Aftersales