Mobil

Mobil Listrik Murah Dapat Dua Kabar Berlawanan: Model Baru Suzuki dan Pajak Baterai China

Kalau kamu sedang menunda beli mobil listrik sambil menunggu harganya turun, ada dua kabar pada Selasa (8/9/2026) yang menarik segmen ini ke arah berlawanan. Satu soal calon model baru yang harganya ditekan ke bawah Rp200 juta. Satu lagi soal kebijakan pajak di China yang justru menambah biaya produksi baterai.

Suzuki dikabarkan menyiapkan mobil listrik baru yang diposisikan sebagai model elektrifikasi paling terjangkau di jajaran produknya, dengan perkiraan harga di bawah Rp200 juta. Menurut laporan KabarOto yang terbit Selasa (8/9/2026), posisi model itu berada di bawah e-Vitara yang sudah dipasarkan di Indonesia.

Satu hal yang perlu kamu catat sejak awal. Model ini disiapkan untuk pasar India, bukan diumumkan untuk Indonesia, dan namanya pun belum diketahui.

Sasaran pembelinya adalah konsumen yang selama ini memakai mobil kecil bermesin bensin. Pengguna sepeda motor juga disebut masuk daftar target konsumen potensialnya.

Bentuk bodi dan spesifikasi teknisnya belum diungkap. Perkiraan yang beredar mengarah ke hatchback mungil atau crossover kompak untuk pemakaian dalam kota.

Kapasitas baterainya kemungkinan dibuat relatif kecil supaya harga tetap kompetitif, dengan perkiraan jarak tempuh 200 sampai 300 km. Angka itu masih perkiraan, bukan spesifikasi resmi.

Untuk menekan biaya produksi, penggunaan komponen lokal diperkirakan ditambah, termasuk baterai dan motor listrik. Kalau harga dan kemampuannya benar-benar kompetitif, model ini berpotensi menekan posisi Tata Tiago EV di pasar India.

China mulai kenakan pajak baterai, biaya produksi EV naik

Arah sebaliknya datang dari China. Baterai primer dan baterai isi ulang lithium-ion yang sebelumnya mendapat pembebasan pajak kini dikenakan pajak konsumsi 2 persen mulai 1 September 2026, seperti dilaporkan OtoDriver yang mengutip Carnewschina. Tarifnya dijadwalkan naik lagi menjadi 4 persen mulai 1 September 2027.

Per unit, angkanya memang kecil. Tabel berikut memakai contoh mobil listrik dengan kapasitas baterai 60 kWh.

Tarif pajak konsumsi bateraiMulai berlakuTambahan biaya untuk baterai 60 kWh
2 persen1 September 2026sekitar 438 yuan, kurang lebih Rp960 ribu
4 persen1 September 2027sekitar 876 yuan, sekitar Rp1,9 juta

Kebijakan ini bukan keputusan yang berdiri sendiri. Sejak 1 Januari 2026, pembebasan pajak pembelian mobil baru di China sudah dipotong setengah sehingga tarif efektifnya menjadi 5 persen. Berbagai keringanan pajak kendaraan untuk mobil plug-in hybrid atau PHEV juga dijadwalkan berakhir sepenuhnya pada awal 2027.

Buat produsen, pilihannya tinggal dua: menyerap kenaikan biaya, atau meneruskannya ke konsumen lewat harga jual. Di tengah persaingan harga EV yang ketat di China, margin mereka ikut tertekan.

Untuk pasar Indonesia, mobil listrik asal China yang beredar di sini ikut terancam naik harga. Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi lanjutan soal besaran kenaikannya.

Rendy Andriyanto

Rendy Andriyanto

Administrator

Menulis kanal Otomotif di Berita.co. Praktisi SEO dengan pengalaman 8 tahun lebih di industri berita, otomotif, dan produk finansial, termasuk dua tahun menangani Hyundai Motorstudio Senayan Park dan membangun situsnya, hyundai.motorstudio.co.id.

linkedin.com View all articles