Lifestyle

Panduan Melindungi Diri Saat Hujan Abu Vulkanik Krakatau: Masker dan Perlengkapan yang Perlu Disiapkan

Kalau kamu tinggal di Jawa bagian barat atau Sumatra bagian selatan, ada baiknya kamu menyiapkan perlindungan tambahan sebelum keluar rumah dalam beberapa hari ke depan. Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga atau Level III sejak 5 September 2026, dan aktivitas letusan tipe Strombolian masih berlangsung dengan lontaran batu pijar serta abu vulkanik. Abu itu terbawa angin dan sudah terpantau di kedua wilayah tersebut per 8 September 2026.

Kenapa abu vulkanik berbahaya buat kesehatan

Menurut laporan Suara.com, International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) mencatat abu vulkanik bisa memicu tiga dampak kesehatan, yaitu iritasi mata, iritasi kulit, dan gangguan pernapasan.

Partikel abu yang halus bisa masuk sampai ke paru-paru kalau terhirup dalam jumlah banyak. Orang yang sudah punya gangguan pernapasan sebelumnya berisiko mengalami gejala yang lebih berat, mulai dari batuk, mengi, sampai sesak napas.

Masker kain saja belum cukup

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah masker kain sudah cukup melindungi kamu saat hujan abu. Jawabannya, menurut panduan U.S. Geological Survey (USGS) yang dikutip CNN Indonesia, belum cukup.

Bahan kain seperti buff, bandana, kaus, kerudung, dan sapu tangan punya banyak celah di sekitar wajah sehingga partikel abu masih bisa masuk. Membasahi masker kain juga tidak membuatnya lebih efektif menyaring abu.

USGS dan CDC merekomendasikan masker N95 sebagai pelindung pernapasan paling efektif untuk orang dewasa, karena dirancang menyaring minimal 95 persen partikel udara dan menutup rapat wajah. Kalau kamu tidak punya N95, KN95, FFP2, atau P2 juga bisa dipakai, selama produknya memang memenuhi standar dan terpasang dengan benar tanpa celah di sekitar pipi, hidung, maupun dagu.

Perbandingan filtrasi masker

Jenis maskerPerkiraan filtrasi partikel abu
Masker kain44 persen atau kurang
Masker bedah (surgical)89 sampai 91 persen, tapi lebih mudah bocor di sisi wajah
N95 atau KN95 yang menutup rapatlebih dari 98 persen

Angka ini disampaikan dokter yang dikutip di atas, dan sejalan dengan panduan USGS soal masker kain yang kurang efektif dibanding masker bedah maupun N95.

Langkah lain selain pakai masker

Selain soal masker, ada beberapa langkah lain yang disebutkan berulang di sumber-sumber di atas. Pertama, kurangi aktivitas di luar ruangan kalau tidak benar-benar perlu. Tutup pintu dan jendela, terutama kalau kamu tinggal di daerah yang sedang terpapar abu cukup deras.

Kedua, jangan membersihkan abu dalam kondisi kering. Abu vulkanik mengandung pecahan batuan dan kaca vulkanik yang tajam, jadi menyapu atau menggosoknya saat kering justru bisa membuat partikel kembali beterbangan dan berisiko melukai permukaan yang digosok. Basahi dulu endapan abu sebelum kamu membersihkannya.

Ketiga, jaga cairan tubuh tetap cukup. Mata dan tenggorokan lebih gampang terasa kering dan tidak nyaman saat terpapar abu dalam waktu lama.

Perlengkapan yang perlu kamu siapkan sebelum keluar rumah

Kalau kamu memang harus tetap beraktivitas di luar, ini daftar perlengkapan yang disarankan IDN Times untuk mengurangi paparan abu.

  • Masker N95 atau KN95 yang menutup rapat hidung dan mulut
  • Kacamata pelindung (goggles) supaya abu tidak masuk ke mata
  • Baju lengan panjang dan celana panjang untuk menutup kulit
  • Jaket parasut sebagai lapisan luar yang lebih mudah dibersihkan
  • Topi atau penutup kepala supaya abu tidak menempel di rambut
  • Penyemprot air atau selang untuk membasahi abu sebelum dibersihkan
  • Botol air minum untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi

Checklist sebelum kamu memutuskan keluar rumah

Sebelum kamu memutuskan tetap beraktivitas di luar selama hujan abu berlangsung, ada beberapa hal yang perlu kamu cek dulu dari sumber resmi.

  • Cek status terbaru Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu dari Badan Geologi atau PVMBG sebelum kamu berangkat.
  • Pastikan masker yang kamu pakai jenis N95, KN95, FFP2, atau P2, dan benar-benar menutup rapat wajah tanpa celah.
  • Siapkan pelindung mata dan pakaian tertutup kalau kamu harus berada di luar dalam waktu lama.
  • Kalau kamu atau keluargamu punya riwayat gangguan pernapasan, kamu perlu lebih berhati-hati dan sebisa mungkin menghindari paparan abu sesuai anjuran di atas.
  • Bawa air minum yang cukup, dan hindari menggosok atau menyapu abu dalam kondisi kering saat membersihkannya.

Informasi ini diambil dari laporan yang terbit pada 8 September 2026. Kondisi di lapangan bisa berubah, jadi tetap pantau perkembangan status gunung dari sumber resmi sebelum kamu memutuskan rencana aktivitas di luar rumah.

Rifaldy Elninoru

Rifaldy Elninoru

Editor

Menulis kanal Lifestyle di Berita.co. Founder Api.co.id, sebelumnya founding engineer lalu senior software engineer di Gotrade, dan backend engineer di Bank Rakyat Indonesia. Basisnya di Jakarta, dan tulisan Lifestyle-nya datang dari sudut pembaca yang sama-sama sedang cari rekomendasi praktis.

linkedin.com View all articles