Teknologi

Apple Maps Ikuti Google, Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America di AS

Kalau kamu cek Apple Maps di Amerika Serikat mulai pekan ini, nama Danau Ontario yang selama ini tercantum sudah berganti jadi Lake America, atau Danau Amerika. Perubahan ini diumumkan Rabu, 2 September 2026, dan cuma tampil buat pengguna yang lokasinya terdeteksi di AS.

Menurut kumparan.com, Apple mengikuti langkah yang lebih dulu diambil Google Maps. Perubahan ini muncul kurang dari sepekan setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada 27 Agustus 2026 yang menginstruksikan Departemen Dalam Negeri AS memperbarui nama danau tersebut dalam sistem penamaan geografis nasional, dengan tenggat waktu 30 hari.

Kenapa nama danaunya beda-beda tergantung lokasi kamu

Ini bagian yang sering bikin bingung, nama yang muncul di peta ternyata tidak seragam di seluruh dunia. Apple Maps dan Google Maps sama-sama pakai geofencing, yaitu penyesuaian tampilan berdasarkan lokasi perangkat kamu terdeteksi.

Kalau HP kamu terdeteksi di Amerika Serikat, nama yang muncul adalah Lake America. Kalau kamu buka aplikasi yang sama dari Kanada, nama yang tetap tampil adalah Lake Ontario. Sementara pengguna di luar dua negara itu, termasuk Indonesia, kemungkinan akan melihat kedua nama itu ditampilkan berdampingan.

Jadi kalau kamu sedang di luar negeri dan lihat nama danau berbeda dari yang biasa kamu tahu, itu bukan bug aplikasi. Itu memang cara peta digital membaca lokasi kamu lalu menyesuaikan data yang ditampilkan.

Dasar perubahan: perintah eksekutif Trump

Perintah eksekutif yang ditandatangani Trump menyebut alasan ekonomi sebagai dasar penggantian nama. “Sebagai pengakuan atas sumber daya ekonomi yang berkembang pesat ini dan betapa pentingnya bagi perekonomian Bangsa kita dan rakyatnya, saya memerintahkan agar Danau tersebut secara resmi diganti namanya menjadi Danau Amerika,” bunyi perintah tersebut.

Google lebih dulu menerapkan perubahan ini, bahkan disebut mengubah nama danau di petanya sebelum basis data resmi pemerintah, Geographic Names Information System (GNIS), selesai diperbarui. Apple baru menyusul belakangan, dan menurut detikInet, pengumuman itu muncul tak lama setelah John Ternus resmi menjabat sebagai CEO baru Apple.

MapQuest menolak ikut, dan malah kebanjiran unduhan

Di tengah kepatuhan Apple dan Google, layanan peta MapQuest memilih bertahan dengan nama Lake Ontario. Perusahaan ini menegaskan tidak akan mengubah nama danau tersebut di petanya, sikap serupa yang juga mereka ambil saat nama Teluk Meksiko diganti jadi Teluk Amerika tahun lalu.

Sikap menolak ini justru mendongkrak popularitas MapQuest. Per 1 September 2026, aplikasinya sempat menempati posisi pertama di Top Charts App Store AS, mengungguli sejumlah aplikasi populer termasuk ChatGPT, dan naik ke posisi keenam secara keseluruhan di Google Play Store.

Data dari firma intelijen pasar Sensor Tower menyebut MapQuest meraup 184.000 unduhan global dalam sepekan sejak 24 Agustus, naik lebih dari sepuluh kali lipat dibanding minggu sebelumnya. MapQuest juga aktif menyindir lewat media sosial, salah satunya lewat unggahan grafis apel bertuliskan “Them Too” yang menyasar keputusan Apple ikut mengubah nama danau.

Kalau kamu di Indonesia, perubahan nama ini kemungkinan besar tidak terasa langsung karena lokasi kamu tidak masuk area yang kena geofencing AS. Tapi ini contoh nyata bahwa nama tempat di peta digital bukan fakta yang tetap, melainkan data yang bisa diubah lewat kebijakan, tergantung platform mana yang kamu pakai dan di mana kamu berada.

Tradeoff-nya jelas. Ikut kebijakan pemerintah seperti Apple dan Google berarti konsisten dengan basis data resmi negara tempat perusahaan itu beroperasi, tapi berisiko dianggap tunduk pada tekanan politik.

Bertahan dengan nama lama seperti MapQuest berarti mempertahankan konsistensi historis, dan dalam kasus ini terbukti mendatangkan keuntungan popularitas, tapi bukan jaminan strategi yang sama akan berhasil lagi di isu penamaan lain ke depannya.

Roni Eka Setiawan

Roni Eka Setiawan

Editor

Menulis kanal Teknologi di Berita.co. Backend engineer di Airpaz, sebelumnya web platform engineer di Bank Rakyat Indonesia dan Kompas Gramedia, jadi spesifikasi dan komparasi gadget di sini ditulis dari sudut orang yang tiap hari bekerja dengan teknologinya.

linkedin.com View all articles