TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Bisnis

Laba ANTAM Naik 46 Persen Jadi Rp9,66 Triliun hingga September 2026

ANTAM membukukan laba Rp9,66 triliun pada Januari sampai September 2026, naik 46 persen. Laba tumbuh dua kali lebih cepat dari penjualan, dengan emas tetap menjadi penyumbang terbesar.

emas antam

Berita.co – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membukukan laba periode berjalan Rp9,66 triliun dari Januari sampai September 2026. Angka itu naik 46 persen dari Rp6,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu, sesuai yang diumumkan perusahaan pada Rabu (28/10/2026).

EBITDA ikut naik 45 persen menjadi Rp13,48 triliun dari Rp9,33 triliun. Laba kotor tercatat Rp15,56 triliun dan laba usaha Rp12,05 triliun.

“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto dalam keterangan tertulis.

Margin membaik, bukan cuma penjualan yang naik

Penjualan bersih ANTAM mencapai Rp88,48 triliun, tumbuh 23 persen dari Rp72,03 triliun. Laba tumbuh dua kali lebih cepat dari penjualan, sehingga marginnya ikut melebar.

Hitungannya begini: laba Rp9,66 triliun dibagi penjualan Rp88,48 triliun menghasilkan margin laba sekitar 10,9 persen. Pada Januari sampai September 2025, margin yang sama sekitar 9,2 persen (Rp6,61 triliun dibagi Rp72,03 triliun).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM Arini Kasmira menyebut kinerja ini mencerminkan margin laba yang semakin baik dan posisi kas yang lebih kuat. Kas dan setara kas per September 2026 tercatat Rp10,54 triliun, naik 14 persen dari Rp9,26 triliun.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp5,06 triliun, naik 26 persen dari Rp4,02 triliun. Total aset naik 24 persen menjadi Rp59,74 triliun, sedangkan ekuitas naik 17 persen menjadi Rp41,22 triliun.

Emas masih jadi tulang punggung

Emas menyumbang 77 persen penjualan ANTAM dengan nilai Rp68,41 triliun, naik 17 persen dari Rp58,67 triliun. Volume penjualannya 25.217 kilogram atau 810.745 troy ounce.

Baca Juga:  Stimulus Tiket Pesawat Nataru Resmi Berlaku, Ini Hitungan Hematnya

Dari angka itu, rata-rata nilai penjualan emas ANTAM setara sekitar Rp2,71 juta per gram (Rp68,41 triliun dibagi 25.217 kilogram). Produksi emas dari tambang perusahaan sendiri tercatat 634 kilogram, atau sekitar 2,5 persen dari volume yang terjual.

Penjualan domestik mencapai Rp83,86 triliun atau 95 persen dari total penjualan bersih, naik 21 persen dibanding Januari sampai September 2025. Pasar dalam negeri menyerap emas, bijih nikel, dan bijih bauksit perusahaan.

Nikel dan bauksit tumbuh lebih kencang

Segmen nikel, yang mencakup feronikel dan bijih nikel, menyumbang 19 persen penjualan dengan pendapatan Rp16,98 triliun. Angka itu naik 52 persen dari Rp11,15 triliun.

Penjualan feronikel melonjak 71 persen menjadi 13.971 ton nikel dalam feronikel (TNi) dari 8.182 TNi, dengan produksi 11.638 TNi. Produksi bijih nikel mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt), sementara penjualannya 10,73 juta wmt.

Segmen bauksit dan alumina menyumbang 3 persen penjualan senilai Rp2,64 triliun, naik 35 persen dari Rp1,95 triliun. Penjualan bauksit naik 49 persen menjadi 1,64 juta wmt, dan penjualan alumina naik 9 persen menjadi 146.642 ton.

Untuk pemegang saham, laba bersih per saham dasar naik 48 persen menjadi Rp367,78 dari Rp248,62. Angka ini mencakup sembilan bulan pertama, sedangkan kinerja setahun penuh 2026 baru terlihat di laporan keuangan tahunan perusahaan.

Berita Terkait

Bisnis · Antam