Sejarah Hari Pahlawan: Kronologi Pertempuran Surabaya 1945 sampai Penetapan 10 November
Kronologi Pertempuran Surabaya dari 25 Oktober sampai 28 November 1945, angka korban dan tanggal ultimatum yang berbeda antar sumber resmi, serta dasar hukum penetapan Hari Pahlawan.
Berita.co – Setiap 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang Pertempuran Surabaya 1945, setiap pelajar, guru, atau petugas upacara, kronologi di bawah membantu kamu menjelaskan peristiwa itu tanpa salah tanggal dan tanpa salah angka.
Artikel ini membahas sejarahnya, bukan tema atau tata upacara peringatan. Hari penting lain dalam kalender nasional bisa kamu lihat di daftar hari besar nasional.
Latar Belakang Kedatangan Sekutu di Surabaya
Menurut kronologi Perpusnas yang disusun UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, pasukan Inggris dari AFNEI mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945 di bawah pimpinan Brigjen Mallaby.
Kedatangan itu memicu kecurigaan rakyat karena pasukan Sekutu datang bersama unsur Belanda dari NICA.
Pasukan yang datang berjumlah sekitar enam ribu orang dan sebagian besar adalah serdadu India. Pasukan inilah yang kemudian berhadapan langsung dengan para pemuda Surabaya.
Kronologi 25 Oktober sampai 28 November 1945
Tabel berikut merangkum urutan peristiwa dari pendaratan Sekutu sampai akhir pertempuran. Selain Kemensos dan Perpusnas, tabel ini juga memakai catatan Palagan Surabaya dari Dinas Kebudayaan DIY.
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 25 Oktober 1945 | Pasukan AFNEI pimpinan Brigjen Mallaby mendarat di Surabaya |
| 27 Oktober 1945 | Penyerangan Penjara Kalisosok |
| 28 Oktober 1945 | Pemuda Surabaya menyerang pos-pos pasukan Inggris |
| 30 Oktober 1945 | Mallaby tewas di sekitar Jembatan Merah dan Gedung Internatio |
| 8 atau 9 November 1945 | Mansergh mengeluarkan ultimatum dengan batas waktu 10 November pukul 06.00 |
| 9 November 1945 | Kekuatan Divisi ke-5 India tercatat 24.000 orang |
| 10 November 1945, subuh | Serangan besar dimulai lewat darat, laut, dan udara |
| Sampai 28 November 1945 | Pertempuran berlangsung hingga akhir November |
Tanggal ultimatum ditulis 8 atau 9 November karena dua lembaga resmi mencatat tanggal yang berbeda. Rincian perbedaan itu ada di bagian angka yang berbeda antar sumber resmi di bawah.
Tokoh yang Perlu Kamu Tahu
Bung Tomo dikenal sebagai pemimpin dan pembakar semangat rakyat Surabaya lewat orasinya selama pertempuran. Cara orasi itu disebarkan tidak dibahas di sini karena sumber resmi yang dirujuk tidak merincinya.
Dari kalangan ulama, KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah berperan lewat fatwa jihad dan pengerahan santri. Latar fatwa itu bisa kamu baca lebih lengkap di sejarah Hari Santri dan Resolusi Jihad.
Di pihak Inggris, Brigjen Mallaby memimpin pendaratan dan tewas pada 30 Oktober 1945. Setelah itu, Mansergh mengeluarkan ultimatum dengan batas waktu 10 November pukul 06.00.
Angka yang Berbeda antar Sumber Resmi
Dua data penting dalam sejarah ini tidak ditulis sama oleh lembaga resmi. Kedua versi ditulis berdampingan di tabel berikut, tanpa dirata-rata dan tanpa memilih salah satu.
| Data | Versi pertama | Versi kedua |
|---|---|---|
| Tanggal ultimatum Mansergh | 8 November 1945 (Dinas Kebudayaan DIY) | 9 November 1945 (Perpusnas) |
| Korban pihak Indonesia | Sekitar enam belas ribu (16.000) pejuang gugur (Kemensos) | 20.000 orang dari Surabaya (Perpusnas) |
| Korban pihak Sekutu | Empat ratus (400) tentara Inggris tewas (Kemensos) | 1.500 orang dari Sekutu (Perpusnas) |
Batas waktu ultimatum sama di kedua sumber, yaitu 10 November pukul 06.00, jadi perbedaannya hanya pada tanggal ultimatum dikeluarkan. Angka korban versi Kemensos ditulis sebagai perkiraan dengan huruf, sedangkan versi Perpusnas ditulis dengan angka.
Kalau kamu menyebut angka korban di kelas atau di naskah upacara, pilih satu versi lalu sebutkan lembaga sumbernya. Cara ini lebih aman daripada menggabungkan atau membulatkan dua angka yang asalnya berbeda.
Dari Peristiwa ke Hari Nasional
Tugu Pahlawan di Surabaya dibangun pada 1952 atas usulan pemerintah daerah setempat. Pembangunan tugu itu terjadi tujuh tahun sebelum Hari Pahlawan ditetapkan lewat keputusan presiden.
Dasar hukumnya adalah Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, yang menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan. Judul keputusan itu sekaligus menunjukkan bahwa Hari Pahlawan termasuk hari nasional yang bukan hari libur.
Menurut JDIH BPK, Keppres Nomor 67 Tahun 1961 yang ditetapkan 17 Februari 1961 mengubah salah satu ketentuan dalam Keppres Nomor 316 Tahun 1959.
Keppres 67/1961 ini menjadi jejak resmi yang menguatkan nomor dan judul Keppres 316/1959, karena salinan teks asli Keppres 316/1959 belum ditemukan di basis data peraturan resmi yang dirujuk.
Tanggal penetapan Keppres 316/1959 tercatat 16 Desember 1959, dan tanggal itu hanya bersumber dari kronologi Perpusnas yang dirujuk di atas. Isi lengkap diktum keputusan tersebut tidak dikutip di sini karena teks aslinya belum bisa dibaca langsung.
Menurut Pemerintah Kota Surabaya, peristiwa 10 November 1945 diabadikan sebagai Hari Pahlawan dan Surabaya pun dilabeli Kota Pahlawan. Julukan itu melekat pada kota tempat pertempuran besar tersebut terjadi.
Makna Memperingati Hari Pahlawan
Hari Pahlawan adalah momen untuk mengenang pengorbanan orang-orang yang gugur mempertahankan kemerdekaan. Hingga 2023, jumlah Pahlawan Nasional yang sudah ditetapkan tercatat 206 orang.
Nilai yang paling mudah dibawa ke keseharian adalah persatuan, keberanian, dan kepedulian. Ketiganya terlihat dari cara pemuda, ulama, dan santri bergerak bersama di Surabaya pada 1945.
Sebelum memakai kronologi ini untuk materi kelas, pidato, atau naskah upacara, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu cek lebih dulu. Daftar ini disusun supaya tanggal dan angka yang kamu sebut tetap bisa dipertanggungjawabkan.
- Tanggal ultimatum, sebutkan 8 atau 9 November 1945 bersama lembaga yang mencatatnya.
- Angka korban, pakai satu versi utuh, Kemensos atau Perpusnas, dan jangan digabung.
- Dasar hukum, sebut Keppres Nomor 316 Tahun 1959 lengkap dengan nomor dan tahunnya.
- Tema dan tata upacara peringatan, cek pedoman dari Kemensos untuk tahun yang bersangkutan.
Semangat kebangsaan yang meledak di Surabaya punya akar yang lebih tua, salah satunya di sejarah Sumpah Pemuda. Membaca keduanya berurutan membantu kamu melihat benang merah dari 1928 sampai 1945.

