Mobil

Recall Massal Mobil Listrik China: LiDAR Geely dan Gagang Pintu Darurat

Regulator pasar China, SAMR (State Administration for Market Regulation), mengumumkan dua gelombang recall besar untuk mobil listrik dalam waktu berdekatan. Gelombang pertama menyasar 74.037 unit Lynk & Co akibat cacat komponen LiDAR, diumumkan pada 21 Agustus 2026. Gelombang kedua melibatkan jutaan unit dari lima merek berbeda, yakni Tesla, Zeekr, Xiaomi, Leapmotor, dan Xpeng, karena masalah pada mekanisme darurat gagang pintu kabin.

Recall LiDAR Lynk & Co: 74.037 Unit Kena Dampak

Menurut laporan OtoDriver, SAMR mengumumkan pada 21 Agustus bahwa Zhejiang Geely Automobile Co., Ltd. menarik kembali 74.037 unit Lynk & Co yang diproduksi antara 8 Januari hingga 12 Desember 2025. Model yang terdampak adalah Lynk & Co 900, Lynk & Co 10 EM-P, Lynk & Co 07, dan Lynk & Co 08.

Penyebabnya ada di level pemasok. Power IC pada unit LiDAR berpotensi rusak selama proses produksi, yang membuat kemampuan sensor mengenali objek jadi tidak optimal. Dalam kondisi tertentu, sistem bantuan mengemudi bisa memberi peringatan atau bereaksi tidak sesuai. LiDAR yang bermasalah dipasok oleh RoboSense, mitra Geely Group yang produknya juga dipakai di Zeekr dan Galaxy.

Sejak Juni, sejumlah pemilik melaporkan peringatan “front LiDAR function failure” yang membuat fitur bantuan mengemudi tingkat lanjut tidak bisa dipakai. Sebagian pemilik mengeluhkan minimnya transparansi dari dealer resmi, bahkan ada yang awalnya disebut mengarahkan masalah ke kaca depan yang kotor. Kompensasi yang diberikan juga tidak seragam, mulai dari voucher servis, garansi seumur hidup, sampai poin penghargaan.

Sebagai solusi, Lynk & Co mengganti unit LiDAR yang terdampak secara gratis. Karena komponen ini ada di bagian atap, penggantian mengharuskan teknisi membongkar sebagian plafon kabin, proses yang menurut sejumlah pemilik berisiko menimbulkan bunyi berderit baru atau mengurangi kerapatan interior.

Recall Mekanisme Pintu Darurat: Lima Merek, Jutaan Unit

Recall kedua jauh lebih besar dari sisi jumlah unit. kumparan.com melaporkan pada 26 Agustus 2026 bahwa SAMR menarik kembali jutaan unit mobil listrik dari lima merek karena masalah pada tuas pintu darurat di dalam kabin.

Masalahnya ada pada tren gagang pintu elektrik yang kini banyak dipakai mobil listrik China. Saat sistem kelistrikan mobil terputus akibat kecelakaan, tombol elektris ini bisa gagal berfungsi. Setiap model sebenarnya sudah dilengkapi tuas mekanis darurat sebagai cadangan, tapi tuas ini biasanya tersembunyi di balik doortrim dengan warna yang menyatu dengan panel pintu atau dasbor, sehingga sulit ditemukan penumpang yang panik saat kondisi darurat.

MerekUnit yang di-recall
Teslalebih dari 3 juta unit
Xiaomi (SU7)sekitar 390.000 unit
Leapmotor371.000 unit
Xpenglebih dari 264.000 unit

Zeekr, merek di bawah Geely Group, turut masuk daftar recall ini meski jumlah unitnya tidak dirinci dalam laporan tersebut.

Sebagai perbaikan, produsen akan memasang label peringatan pada tuas darurat secara gratis. Sebagian besar unit terdampak juga akan menerima pembaruan sistem over-the-air (OTA) yang membuat kaca turun otomatis setelah kecelakaan. Recall ini berjalan mendahului standar teknis baru dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China yang mulai berlaku Januari 2027, yang mewajibkan tuas interior terlihat jelas dan berjarak maksimal 300 mm dari tepi pintu.

Yang Perlu Kamu Cek Kalau Tertarik Mobil Listrik dengan Fitur Serupa

Dua recall ini bukan soal produk gagal total, tapi soal fitur baru yang belum teruji penuh di kondisi darurat nyata. Kalau kamu sedang mempertimbangkan mobil listrik dengan ADAS berbasis LiDAR atau gagang pintu elektrik, ada beberapa hal yang layak dibandingkan sebelum memutuskan.

  • Kalau prioritasmu adalah fitur bantuan mengemudi, tanyakan ke dealer soal riwayat komplain sensor dan bagaimana proses klaim garansi ditangani, bukan cuma soal spesifikasi di brosur.
  • Kalau prioritasmu adalah keamanan saat darurat, cek langsung posisi tuas pintu mekanis manual di showroom, termasuk apakah letaknya mudah ditemukan tanpa panduan tertulis.
  • Kalau mobil incaranmu berasal dari salah satu merek yang disebut di atas, cek status recall resmi di Indonesia lewat dealer resmi, karena kebijakan recall di China tidak otomatis berlaku sama di pasar lain.

Kedua kasus ini menunjukkan bahwa regulator China sedang memperketat pengawasan pada fitur-fitur baru di mobil listrik, hal yang relevan diikuti karena beberapa merek yang disebut di atas juga masuk pasar Indonesia.

Rendy Andriyanto

Rendy Andriyanto

Administrator

Menulis kanal Otomotif di Berita.co. Praktisi SEO dengan pengalaman 8 tahun lebih di industri berita, otomotif, dan produk finansial, termasuk dua tahun menangani Hyundai Motorstudio Senayan Park dan membangun situsnya, hyundai.motorstudio.co.id.

linkedin.com View all articles