TERKINI
Menhub Minta Aplikator Ojol Awasi Keselamatan dan Perawatan Motor Mitra/// Polisi Dalami Peran Tiga Orang Lain di Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati Bekasi/// MK Nyatakan Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Pansus DPR Diusulkan/// Kejagung Limpahkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar/// UGM Naik ke Kelompok 801-1000 Dunia di THE WUR 2027, UIN Sunan Kalijaga Unggul di Jogja-Jateng/// Menhub Minta Aplikator Ojol Awasi Keselamatan dan Perawatan Motor Mitra/// Polisi Dalami Peran Tiga Orang Lain di Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati Bekasi/// MK Nyatakan Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Pansus DPR Diusulkan/// Kejagung Limpahkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar/// UGM Naik ke Kelompok 801-1000 Dunia di THE WUR 2027, UIN Sunan Kalijaga Unggul di Jogja-Jateng///
Teknologi

Telkomsel Gelar NextDev ke-12, Genjot Kurikulum AI di Tengah Pendanaan Startup Anjlok

Telkomsel membuka NextDev ke-12 pada 8 Oktober 2026 dengan kurikulum AI baru, merespons pendanaan startup Indonesia yang turun sekitar 94 persen sepanjang 2021-2025 dan lonjakan solo founder.

NextDev ke-12

Berita.co – Telkomsel resmi membuka pendaftaran NextDev generasi ke-12 pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Jakarta.Program inkubasi startup tahunan ini kali ini menambahkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) ke seluruh kurikulumnya, dan perubahan arah ini muncul tepat saat pendanaan startup digital di Indonesia sedang anjlok tajam.

General Manager Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel, Andry P Santoso, menjelaskan bahwa integrasi AI ke program ini sebenarnya sudah berjalan konsisten sejak dua tahun terakhir, bukan langkah mendadak.

Menurutnya, langkah ini diambil agar inovasi yang dibawa peserta tidak berhenti di tahap ide, tapi benar-benar punya nilai guna di pasar, seperti disampaikannya dalam sesi kick-off.

Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel, Gumilar Henda Nugraha Ali, memperjelas kenapa NextDev ke-12 ini condong ke penguatan founder, bukan cuma pendanaan. Alasannya ada di angka: pendanaan bisnis digital Indonesia turun sekitar 94 persen sepanjang 2021 sampai 2025.

Pendanaan anjlok, ini kenapa angkanya penting

Angka penurunan pendanaan ini disebut dengan dua versi yang mirip tapi tidak identik. Gumilar menyebut sekitar 94 persen saat ditemui media, sementara data Digital Business Report yang sama dikutip dengan angka lebih spesifik, 94,8 persen.

Angka tersebut adalah angka dalam periode 2021 hingga 2025. Selisihnya kecil dan bukan pertentangan fakta, cuma beda pembulatan dari sumber data yang sama.

Yang lebih penting buat kamu pahami dari angka ini bukan persentasenya doang, tapi implikasinya. Kalau modal makin seret, startup tidak bisa lagi berharap bertahan hanya dengan suntikan investor.

Gumilar bilang NextDev ingin mendorong founder membangun sumber pendapatan sendiri supaya bisnisnya tetap jalan meski tren pendanaan sedang turun drastis.

Kenapa AI jadi jangkar kurikulum, bukan cuma label

Tema NextDev ke-12 adalah AI-Powered Innovations. Dari sisi engineer, ini masuk akal secara waktu. Pendanaan AI di Indonesia masih tergolong kecil dibanding tetangga di Asia Tenggara, dengan porsi yang disebut baru sekitar 4 persen dari total pendanaan AI kawasan, menurut data yang dirujuk Gumilar.

Artinya ruang buat masuk lebih awal di sektor ini secara teori masih terbuka, meski ini belum tentu jadi jaminan keberhasilan satu startup tertentu.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menjelaskan AI dimasukkan sebagai kapabilitas yang disuntikkan ke peserta, bukan sekadar syarat produk harus pakai AI. Contoh konkret yang dia sebut adalah dari sisi biaya operasional, AI dipakai supaya proses kerja peserta lebih produktif, bukan cuma jadi fitur tempelan di aplikasi.

Ini poin yang perlu digarisbawahi. NextDev ke-12 tidak cuma mencari startup yang sudah pakai AI di produknya. Kurasi tahap awal tetap melihat performa bisnis, dampak, dan keunikan inovasi, dengan AI sebagai salah satu alat, bukan satu-satunya kriteria lolos.

Solo founder naik 24 persen, kurikulum ikut berubah

Fenomena lain yang mendorong perubahan kurikulum adalah lonjakan solo founder, orang yang membangun startup sendirian tanpa tim lengkap.

Berdasarkan data yang dirujuk Telkomsel dari BPS, pertumbuhan solo founder di Indonesia ada di kisaran 24 persen.

Dulu, bentuk tim startup biasanya butuh kombinasi tiga peran, yakni hacker, hustler, dan hipster. Sekarang, satu orang dituntut bisa merangkap peran-peran itu. Logika di balik kurikulum AI jadi jelas di sini.

Kalau founder-nya sendirian, AI dipakai buat menutup kekurangan kapasitas tim, bukan cuma jadi fitur marketing produk.

Jalur seleksi dan jadwal yang perlu kamu catat

Pendaftaran NextDev ke-12 dibuka mulai 8 Oktober sampai 9 November 2026, terbuka untuk technopreneur di seluruh Indonesia. Programnya berjalan lewat tiga tahap, yaitu Scouting, Academy, dan Summit.

  • Tahap Scouting menyaring sekitar 20 technopreneur untuk validasi dan pitching.
  • Dari situ, 10 peserta terpilih masuk ke NextDev Academy dan mendapat pendampingan mentor di bidang teknologi, AI, keuangan, pemasaran, dan produktivitas.
  • Peserta terbaik berkesempatan menjajaki uji coba solusi dan kolaborasi komersial dengan unit bisnis internal Telkomsel, sebelum tampil di NextDev Summit 2027.

Buat technopreneur di luar Jakarta, Telkomsel menggelar roadshow Pitching Battle di enam kota, yaitu Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta. Di sesi ini peserta lokal bisa presentasi langsung di depan juri dan mendapat masukan sebelum masuk seleksi nasional.

Sepanjang 11 edisi sebelumnya, NextDev tercatat sudah menginkubasi 162 perusahaan digital dari 6.798 pendaftar, dengan dukungan lebih dari 2.300 mentor, tersebar di sektor edutech, agritech, hingga efisiensi energi. Angka ini jadi konteks penting. NextDev ke-12 bukan program baru yang coba-coba, tapi lanjutan dari basis peserta yang sudah cukup besar.

Berita Terkait

Teknologi · NextDev