OpenAI dan Anthropic Tuding China Jiplak Model AI, Bos Nvidia Sebut Itu Persaingan
OpenAI menuding Moonshot AI meniru model AI miliknya lewat teknik distilasi, menyusul tuduhan serupa dari Anthropic. CEO Nvidia Jensen Huang justru menyebut praktik itu sebagai bagian dari persaingan, bukan pencurian.
Berita.co – Persaingan pengembangan kecerdasan buatan (AI) antara perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan China memanas. OpenAI menuding pengembang AI asal China, Moonshot AI, pembuat chatbot Kimi, berusaha menjiplak cara kerja model AI miliknya tanpa izin.
Tuduhan tersebut disampaikan pada Kamis, 1 Oktober 2026, tidak lama setelah Anthropic lebih dulu melontarkan tuduhan serupa terhadap sejumlah perusahaan AI asal China.
Tuduhan OpenAI ke Moonshot AI
Berdasarkan keterangan OpenAI, upaya peniruan ini sudah terdeteksi sejak awal Juli 2026. Pada titik puncaknya, dalam kurun waktu dua hari, OpenAI mencatat 16.000 permintaan mencurigakan yang dikirim oleh lebih dari 4.000 pengguna.
Secara keseluruhan, jejak aktivitas itu melibatkan lebih dari 15.000 pengguna.
OpenAI menegaskan sistem keamanan, basis data, maupun percakapan penggunanya tidak dibobol dalam insiden ini. Kelompok utama yang terindikasi melakukan aktivitas ini disebut terhubung dengan pihak yang berafiliasi dengan Moonshot AI.
Temuan ini sudah dilaporkan OpenAI ke sejumlah pengembang AI lain serta lembaga pemerintah. Hingga laporan ini ditulis, Moonshot AI belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Distilasi AI, Belajar atau Menjiplak
Cara yang dipakai pihak yang dituduh lebih halus daripada peretasan biasa, yaitu memanipulasi pertanyaan yang diajukan ke sebuah model AI supaya sistem itu membongkar cara berpikirnya sendiri. Jawaban tersebut lalu dipelajari dan dipindahkan untuk melatih sistem lain.
Praktik ini disebut adversarial distillation, proses mengambil hasil pemikiran satu model AI untuk melatih model lain seolah-olah itu karya sendiri.
Kalau berhasil, pihak yang menyalin bisa mendapat kemampuan setara tanpa harus mengeluarkan biaya riset dan pengembangan sebesar yang dikeluarkan pembuat aslinya.
Tuduhan OpenAI ini melengkapi tuduhan yang lebih dulu dilontarkan Anthropic, pembuat chatbot Claude. Anthropic menyebut sejumlah pengembang AI China, termasuk Moonshot AI dan Alibaba, diam-diam memakai sistemnya untuk melatih produk mereka sendiri.
Bos Nvidia, Itu Namanya Persaingan
Di tengah tuduhan-tuduhan itu, CEO Nvidia Jensen Huang punya pandangan berbeda. detikInet mengutip pernyataan Huang yang menyebut distilasi, yakni melatih model AI memakai keluaran dari model lain, sebagai bagian dari persaingan, bukan pencurian seperti yang dituduhkan Gedung Putih.
Distilasi memang sudah jadi sumber ketegangan utama antara AS dan China dalam perlombaan supremasi AI. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut praktik itu sebagai pencurian pada Juli 2026 dan mengancam menjatuhkan sanksi kepada perusahaan asing yang memakai metode tersebut untuk menyerap kemampuan model AI buatan perusahaan AS.
Huang punya argumen sendiri. Ia menyebut setiap pihak bebas menguji produk orang lain semau mereka. Produk-produk Nvidia sendiri, menurutnya, kerap dibongkar habis-habisan oleh perusahaan lain yang ingin mempelajari cara kerjanya.
Huang mengaku sebenarnya lebih suka kalau tidak ada pihak lain yang belajar dari produk Nvidia, supaya perusahaannya bisa terus melaju tanpa hambatan. Tapi menurutnya, persaingan justru membuat produk jadi lebih baik.
Ia menambahkan, kalau sebuah perusahaan tidak suka produknya dipelajari pihak lain, solusinya sederhana, yaitu mengenali pelanggannya sendiri lalu menghentikan layanan ke pihak yang dicurigai.
Bukan Kasus Pertama
Tuduhan soal distilasi ini bukan yang pertama. Sebelum laporan OpenAI ini muncul, Badan Keamanan Siber dan Keamanan Infrastruktur AS (CISA) sudah lebih dulu menuduh sejumlah perusahaan AI China melakukan kampanye distilasi pengetahuan berskala industri, yang dinilai melanggar ketentuan penggunaan dari perusahaan-perusahaan AS.
Pada periode yang sama, Anthropic juga menyebut dua perusahaan lain, Alibaba lewat model Qwen dan DeepSeek, sama-sama terlibat dalam distilasi ilegal. Pihak China sejauh ini membantah seluruh tuduhan tersebut.
Dari dua sisi ini, belum ada titik temu soal batas antara belajar dari model AI lain dan menjiplaknya. Tuduhan OpenAI dan pembelaan Huang sama-sama menunjukkan bahwa garis antara menginspirasi dan meniru di industri AI masih abu-abu, dan kemungkinan baru akan makin jelas lewat aturan atau sanksi yang diputuskan pemerintah AS ke depan.
