OpenAI dan Anthropic Bahas Rem Laju AI, Bill Gates Serukan Dunia Bersatu
OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind dilaporkan membahas perlambatan laju pengembangan AI demi keselamatan, bersamaan dengan peringatan Bill Gates bahwa pemerintah dunia belum siap menghadapi dampak AI.
Berita.co – Tiga laboratorium AI paling depan, OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind, dilaporkan sudah berbicara selama beberapa pekan terakhir soal cara memperlambat laju pengembangan model supaya sistem keselamatan bisa mengejar.
Di hari yang sama, pendiri Microsoft Bill Gates memperingatkan bahwa belum ada pemerintah di dunia yang benar benar siap menghadapi perubahan yang dibawa AI.
Tiga Lab AI Bahas Standar Keselamatan Bersama
Pembicaraan antara OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran soal risiko AI frontier, terutama saat kemampuan model berkembang cepat dan mulai bisa menjalankan tugas secara lebih mandiri. Kepala Global Affairs OpenAI, Chris Lehane, mengonfirmasi pembicaraan itu saat bertemu dengan pembuat kebijakan di Washington, Amerika Serikat, pada September 2026.
Menurut laporan Reuters yang mengutip Bloomberg, diskusi ketiga perusahaan itu berfokus pada koordinasi keselamatan AI dan tidak memerlukan pengecualian aturan antimonopoli. Ketiganya tetap bersaing ketat soal model, tapi mulai membicarakan kemungkinan standar dan mekanisme pengujian yang bisa dipakai lintas perusahaan.
Pembicaraan ini muncul setelah CEO Anthropic Dario Amodei menerbitkan esai berjudul “We Must Pace the Frontier”, yang menyerukan perusahaan AI memperlambat peningkatan kemampuan model agar sistem keselamatan punya waktu mengejar. Amodei mengusulkan tiga langkah, salah satunya melibatkan evaluator keselamatan independen dari pihak ketiga untuk menguji sistem AI dan memverifikasi apakah perusahaan sudah memenuhi komitmen keselamatannya.
Usulan Amodei mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin industri. CEO OpenAI Sam Altman menyatakan setuju bahwa pengembangan AI frontier perlu dilakukan lebih terukur, dan CEO SpaceX Elon Musk turut mendukung gagasan itu. Pemimpin Google DeepMind Demis Hassabis juga disebut sebagai salah satu tokoh yang mendukung pendekatan yang lebih hati hati terhadap pengembangan AI.
Amodei mendasarkan seruannya antara lain pada kemampuan AI yang berkembang makin cepat, termasuk kemampuan sistem untuk membantu membangun generasi AI berikutnya, serta insiden OpenAI-Hugging Face yang menurutnya menunjukkan risiko baru dari penggunaan agen AI secara berkelompok. Laporan The Washington Post juga menyebut para pemimpin Anthropic, OpenAI, dan Google sudah membahas kemungkinan pembentukan badan keselamatan AI baru untuk mengawasi dan menguji model seiring kemampuannya terus berkembang.
Di sisi kebijakan, Kongres Amerika Serikat tengah membahas rancangan aturan bernama FRONTIER Act yang antara lain mengatur evaluasi independen terhadap model AI dari perusahaan besar. Lehane menyatakan OpenAI mendukung bagian rancangan itu yang mewajibkan laboratorium AI besar menjalani audit atau verifikasi independen. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan menolak gagasan memperlambat pengembangan AI dan menempatkan pengembangan teknologi itu sebagai bagian penting agenda ekonomi dan persaingan teknologi Amerika Serikat.
Bill Gates: Pemerintah Dunia Belum Siap Hadapi AI
Terpisah dari pembicaraan tiga lab AI tersebut, Bill Gates dalam wawancara dengan Reuters yang dipublikasikan Rabu, 16 September 2026, mengatakan belum ada pemerintah yang benar benar mendalami persoalan AI sebagaimana mestinya. “Banyak pemerintah yang masih sangat tertinggal dalam hal ini,” kata Gates.
Gates sebelumnya dikenal lebih optimistis soal AI, namun kini ia turut memperingatkan risiko terhadap lapangan kerja, serangan siber berbasis AI, dan bahaya kecanduan teman virtual berbasis AI. Ia mengaku sudah mendiskusikan kekhawatiran itu dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Trump dan timnya, dan berencana menemui Presiden China Xi Jinping tahun ini.
Gates memakai analogi film invasi alien untuk menggambarkan cara dunia semestinya merespons AI. “AI ibarat kecerdasan alien seperti itu. Teknologi ini sudah hadir di tengah kita, dan sebaiknya kita melakukan apa yang digambarkan dalam film film tersebut,” katanya, merujuk pada skenario negara negara besar bersatu menghadapi ancaman bersama.
Di luar kekhawatirannya, Gates tetap optimistis AI bisa membantu menyempitkan kesenjangan antara orang paling kaya dan paling miskin. Gates Foundation berencana mengalokasikan 1 miliar dolar AS, bagian dari rencana pengeluaran tahunan sebesar 9 miliar dolar AS, untuk mitra di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian, termasuk membangun fondasi data yang memastikan model bahasa besar bisa berfungsi di berbagai bahasa yang dipakai masyarakat.
Apa Artinya Buat Kamu
Kalau kamu memakai produk berbasis AI sehari hari, seperti asisten chatbot atau fitur AI di aplikasi, pembicaraan antara OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind ini belum berarti ada perubahan langsung ke produk yang sudah kamu pakai. Ini masih tahap diskusi soal standar keselamatan dan mekanisme audit antar perusahaan, bukan kebijakan yang sudah berlaku.
Yang lebih relevan untuk dipantau adalah arah regulasi seperti FRONTIER Act di Amerika Serikat, karena aturan semacam ini yang berpotensi mengubah cara model AI diuji dan diaudit sebelum dipakai publik secara luas. Sikap pemerintah tempat perusahaan AI itu berbasis, dalam hal ini Amerika Serikat yang masih terbelah antara mendorong kecepatan inovasi dan menuntut kehati hatian, juga ikut menentukan arah kebijakan itu ke depan.
