Kalau kamu lagi bersiap menghadiri atau bahkan menyelenggarakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami dulu sebelum menyusun acara, mulai dari makna perayaannya, dalil yang biasa dikutip, sampai tanggal pastinya.
Makna dan Dalil Perayaan Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi pada dasarnya adalah bentuk rasa syukur dan cinta umat Islam atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dua laporan yang membahas topik ini secara terpisah sama-sama mengutip Surah Yunus ayat 58 sebagai dalil, yang artinya, “Katakanlah (Muhammad), dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.” Kedua laporan itu, dilaporkan IDN Times, juga menyebut NU Online sebagai rujukan asal penjelasan tersebut.
Dengan dalil itu, perayaan Maulid diarahkan untuk mengingatkan kembali sosok dan perjuangan Nabi Muhammad, bukan sekadar seremoni tahunan.
Sejarah Singkat, Kapan Tradisi Ini Dimulai
Kalau kamu penasaran soal asal-usulnya, satu laporan yang diterbitkan pada 25 Agustus 2026 pukul 11.45 WIB mencatat bahwa Nabi Muhammad lahir pada 12 Rabiulawal 570 Masehi di Mekah. Perayaan Maulid sendiri pertama kali diadakan oleh Khalifah Fathimiyah pada 363 H, sebelum akhirnya menjadi tradisi turun temurun di berbagai negara termasuk Indonesia.
Tradisi yang Biasa Dilakukan di Indonesia
Berdasarkan laporan yang sama yang terbit pada 25 Agustus 2026 pukul 12.45 WIB, masyarakat Indonesia biasa merayakan malam puncak Maulid dengan bersalawat, membaca Al-Qur’an, dan mengikuti kajian. Sebagian orang juga memperbanyak zikir secara pribadi serta menjalankan puasa Senin dan Kamis sebagai ungkapan syukur, mengikuti kebiasaan yang dicontohkan Nabi Muhammad sendiri.
Kalau kamu berencana ikut atau menggelar kegiatan serupa di lingkunganmu, dua elemen ini, bersalawat dan kajian, adalah bagian yang paling umum kamu temui.
Selawat dan Surah yang Bisa Kamu Siapkan
Untuk kamu yang bertugas mengisi acara, kultum, atau sekadar mau tahu bacaan apa yang relevan, ada beberapa selawat yang sering dibaca saat Maulid, di antaranya Selawat Jibril, Selawat Ummi, dan Selawat Fatih, lengkap dengan lafal dan artinya.
Selain selawat, ada lima surah yang biasa dijadikan rujukan untuk kultum atau sambutan Maulid, yaitu Surah Yunus ayat 58, Ash-Shaff ayat 6, Al-Hajj ayat 32, Al-Anbiya ayat 107, dan Ali Imran ayat 164. Kelimanya membawa tema berbeda, mulai dari karunia Allah, kabar kedatangan Nabi Muhammad, pengagungan syiar, sampai penegasan bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi semesta.
- Surah Yunus ayat 58, tema karunia dan rahmat Allah
- Surah Ash-Shaff ayat 6, tema kabar kedatangan Nabi Muhammad
- Surah Al-Hajj ayat 32, tema pengagungan syiar Allah
- Surah Al-Anbiya ayat 107, tema Nabi Muhammad sebagai rahmat semesta
- Surah Ali Imran ayat 164, tema Rasul yang mengajarkan Al-Qur’an dan hikmah