TERKINI
Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam/// Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam///
Teknologi

Bill Gates Sebut AI Bisa Gantikan Pekerja Kantoran dalam 2 Tahun, Ini Konteksnya

Bill Gates memberi batas waktu dua sampai empat tahun untuk dampak besar AI ke pasar kerja, dengan alasan utama lompatan kemampuan coding AI. Artikel ini mengurai dasar klaim itu dan bagian kerja yang menurut opini lain sebaiknya tetap dipegang manusia sendiri.

Berita.co – Angka dua tahun dan empat tahun ini yang belakangan ramai dibahas soal masa depan pekerjaan kantoran. Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, menyebut pekerja kerah putih berpotensi merasakan dampak besar dari AI dalam rentang waktu dua tahun. Pekerja kerah biru dan kerah putih sekaligus, menurutnya, akan terdampak dalam waktu empat tahun.

Pernyataan ini disampaikan Gates dalam wawancara dengan The Atlantic, seperti dilaporkan Yahoo Finance pada Selasa, 22 September 2026. Gates bilang, sejak akhir tahun lalu, banyak model AI sudah mahir coding, bahkan setara atau lebih baik dari manusia untuk sejumlah tugas pemrograman.

Klaim soal kemampuan coding ini yang jadi alasan utama Gates berubah sikap. Dari sisi teknis, klaim AI setara atau lebih baik dari manusia dalam coding biasanya merujuk pada kemampuan menulis fungsi, memperbaiki bug, atau menjelaskan alur kode, bukan berarti AI Agent bisa mengerjakan seluruh pekerjaan seorang programmer dari nol sampai selesai tanpa pengawasan.

Gates sendiri tidak merinci benchmark spesifik dalam wawancara itu, jadi klaim ini masih berupa pernyataan pribadinya, bukan angka benchmark resmi yang bisa dicek langsung.

AI Dibilang Beda dari Gelombang PC dan Internet

Gates membandingkan gelombang AI saat ini dengan kemunculan komputer pribadi dan internet. Dua teknologi itu, katanya, pada akhirnya menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru ketimbang yang mereka hilangkan. AI, menurut Gates, berpotensi berbeda karena sistemnya bisa melampaui kemampuan kognitif manusia di berbagai jenis tugas sekaligus, bukan cuma satu bidang spesifik seperti PC yang mempercepat pekerjaan administratif atau internet yang mempercepat distribusi informasi.

Ia juga menyinggung kombinasi AI dengan robot humanoid berbiaya relatif rendah sebagai faktor yang bisa memperluas dampak ini sampai ke pekerjaan lapangan, bukan cuma pekerjaan di depan komputer. Ini bagian dari prediksi, bukan sesuatu yang sudah terjadi, jadi perlu dibaca sebagai skenario yang menurut Gates mungkin terjadi, bukan kepastian.

Gates tidak bilang semua pekerjaan kerah putih lenyap dalam dua tahun atau semua pekerjaan kerah biru hilang dalam empat tahun. Ia menyebut kemungkinan munculnya kategori pekerjaan yang tetap dikhususkan untuk manusia, karena nilai interaksi antarmanusia yang menurutnya tidak bisa digantikan mesin. Pengasuhan anak jadi salah satu contoh yang ia sebut secara spesifik.

Jadi, Apa yang Perlu Tetap Kamu Kerjakan Sendiri?

Pertanyaan yang lebih relevan buat pemakaian AI sehari-hari bukan cuma soal kapan AI mengambil alih pekerjaan, tapi bagian mana dari proses kerja kamu yang sebaiknya tetap kamu pegang sendiri. Soal ini dibahas dari sudut pandang berbeda oleh kumparan.com, lewat opini yang ditulis mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang dan dipublikasikan pada hari yang sama, 22 September 2026.

Opini itu mengutip Panduan UNESCO untuk AI Generatif dalam Pendidikan dan Penelitian, yang menekankan penggunaan AI generatif harus tetap berpusat pada manusia. Poin praktisnya, AI cocok dipakai untuk memangkas tugas berulang, misalnya merangkum materi atau menyusun kerangka tulisan awal. Tapi proses memahami, mencoba, salah, lalu mengoreksi sendiri, yang menurut opini tersebut jadi bagian penting dari belajar dan bekerja, sebaiknya tidak diserahkan sepenuhnya ke AI.

Untuk urusan kode program, misalnya, AI bisa membantu menjelaskan fungsi tertentu atau menandai kemungkinan bug. Tapi memahami kenapa kode itu bekerja seperti itu tetap perlu dilakukan sendiri, karena itu yang menentukan kamu bisa memperbaiki masalah baru yang belum pernah dilihat AI sebelumnya.

Peringatan Gates soal timeline dua dan empat tahun ini bukan angka yang bisa dicek lewat data resmi, karena berasal dari perkiraan pribadinya, bukan riset pasar tenaga kerja yang dipublikasikan. Tapi arah yang ia tunjukkan, AI makin cepat mengambil alih tugas teknis seperti coding, sejalan dengan alasan kenapa opini di atas menyarankan kamu tetap menjaga kemampuan berpikir kritis dan verifikasi sendiri. Semakin banyak tugas kamu serahkan ke AI supaya lebih cepat selesai, semakin sedikit kesempatan kamu melatih kemampuan yang justru dibutuhkan saat AI suatu saat salah atau tidak bisa menyelesaikan masalah barunya sendiri.

Berita Terkait

Teknologi · AI dan Pekerjaan