Berita.co – Kalau kamu belakangan lihat angka 10 persen soal penjualan Galaxy Z Fold 8 lalu bingung itu angka dari mana, jawabannya bukan dari promo Samsung. Angka itu muncul setelah Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo, ponsel lipat pertama mereka, dalam acara peluncuran pada Rabu (7/9/2026).
Menurut laporan Android Central, penjualan Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan naik sekitar 10 persen dalam sepekan setelah iPhone Duo diperkenalkan. Penyebabnya bukan karena Fold 8 tiba tiba jadi lebih menarik, tapi karena konsumen yang tadinya menunggu iPhone Duo sekarang punya bahan pembanding buat memutuskan.
Kenapa Konsumen Balik ke Fold 8, Bukan Nunggu iPhone Duo
Tiga hal yang disebut jadi pertimbangan konsumen di Korea Selatan: harga, bobot, dan waktu ketersediaan. Ini yang perlu kamu pahami satu per satu, karena masing masing angka itu artinya beda buat cara kamu pakai ponsel sehari hari.
Soal ketersediaan, Galaxy Z Fold 8 sudah bisa dibeli sekarang. iPhone Duo baru rilis Oktober 2026 di sejumlah pasar, termasuk Amerika Serikat. Buat kamu yang memang butuh HP lipat sekarang, jeda waktu ini yang paling langsung berpengaruh, bukan spesifikasinya.
Soal bobot, iPhone Duo dilaporkan 53 gram lebih berat dibanding Galaxy Z Fold 8. Angka 53 gram kedengarannya kecil, tapi di ponsel lipat yang memang lebih tebal dari ponsel biasa, selisih segitu terasa waktu dipegang lama, misalnya waktu kamu baca atau scroll sambil rebahan.
Soal penyimpanan, di sini kebalikannya. Galaxy Z Fold 8 tidak punya pilihan 1TB, sementara iPhone Duo tersedia sampai 2TB dengan harga KRW 5 juta atau sekitar Rp64 juta di Korea Selatan. Kalau kebutuhan kamu memang menyimpan banyak video atau foto resolusi tinggi tanpa pindah pindah ke cloud, kapasitas ini yang jadi nilai tambah iPhone Duo, bukan performanya.
Bandingkan Angkanya
| Aspek | Galaxy Z Fold 8 | iPhone Duo |
|---|---|---|
| Harga rilis di AS | US$1.899 | US$1.999 |
| Harga di Korea Selatan | Mulai KRW 2,2 juta (sekitar Rp28,1 juta) | Varian 2TB KRW 5 juta (sekitar Rp64 juta) |
| Bobot | Lebih ringan | 53 gram lebih berat dari Fold 8 |
| Kapasitas penyimpanan maksimal | Tidak ada pilihan 1TB | Sampai 2TB |
| Ketersediaan | Sudah bisa dibeli | Oktober 2026, sejumlah pasar termasuk AS |
Penting dicatat, kenaikan 10 persen di atas cuma data pasar Korea Selatan dalam periode singkat, bukan angka penjualan global. Fold 8 sendiri sebenarnya sudah laris sejak masa pre order, bahkan sempat kehabisan stok online dengan permintaan yang dilaporkan melampaui Fold 8 Ultra dan Flip 8. Jadi kenaikan ini menambah momentum yang memang sudah ada, bukan membalikkan keadaan dari nol.
Yang Lebih Besar dari Satu Toko: Pangsa Pasar Global Ikut Bergeser
Di luar angka penjualan jangka pendek itu, ada gambaran yang lebih besar soal ke mana arah pasar ponsel lipat secara keseluruhan. Menurut laporan Selular, lembaga riset pasar Counterpoint memperkirakan Apple bisa dengan cepat merebut sekitar 25 persen pasar ponsel lipat global. Counterpoint sendiri adalah lembaga riset yang rutin memantau data pengiriman dan pangsa pasar perangkat teknologi, jadi angka ini bukan tebakan sembarangan, tapi proyeksi berdasarkan tren pasar.
Kalau proyeksi itu benar, dominasi Samsung di segmen ponsel lipat yang selama ini di kisaran 38 sampai 40 persen bisa menyempit ke sekitar 32 persen. Ini masuk akal secara harga, karena iPhone Duo dibanderol US$1.999, cukup dekat dengan harga Galaxy Z Fold 8 di US$1.899, jadi Apple langsung masuk di rentang harga yang sama, bukan main di kelas yang jauh lebih mahal.
Meski begitu, Samsung tetap unggul di volume penjualan global secara keseluruhan, karena portofolionya jauh lebih luas, dari kelas ekonomis seperti Galaxy A sampai kelas atas seperti seri S, bukan cuma ponsel lipat. Artinya, pangsa pasar Samsung di segmen lipat bisa tergerus, tapi itu tidak otomatis berarti Samsung kalah secara keseluruhan sebagai vendor smartphone.
Samsung sendiri mengklaim jumlah pengguna iOS yang beralih ke Galaxy Z Fold8, yang diluncurkan Juli 2026, mencapai 1,6 kali lipat dibanding peluncuran generasi sebelumnya. Di Amerika Serikat, 30 persen pembeli Galaxy Z Flip8 disebut beralih dari merek pesaing, dan sebagian besar baru pertama kali beli ponsel lipat. Samsung juga baru memperbarui fitur Smart Switch, yang sekarang bisa memindahkan data dari iPhone ke Galaxy lewat pemindaian kode QR saja, tanpa perlu instal aplikasi Smart Switch di iPhone.
Jadi, Mana yang Lebih Masuk Akal Buat Kamu
Enggak ada jawaban tunggal di sini, dan itu memang wajar karena dua ponsel ini menyasar kebutuhan yang sedikit berbeda. Kalau kamu mau ponsel lipat sekarang juga, mengutamakan bobot yang lebih ringan, dan tidak butuh storage sampai 2TB, Galaxy Z Fold 8 yang lebih praktis karena sudah tersedia dan harganya sedikit lebih murah di AS.
Tapi kalau kamu memang sudah di ekosistem iOS, terikat sama aplikasi dan data yang susah dipindah, atau butuh kapasitas penyimpanan besar tanpa bergantung ke cloud, menunggu sampai iPhone Duo rilis Oktober 2026 masuk akal, dengan catatan kamu perlu siap dengan bobot yang lebih berat dan harga yang sedikit lebih tinggi. Yang jelas, jangan putuskan cuma berdasar satu angka viral seperti kenaikan penjualan 10 persen di atas, karena itu potret jangka pendek di satu negara, bukan gambaran penuh soal ponsel mana yang lebih cocok buat pemakaian harian kamu.