TERKINI
Menhub Minta Aplikator Ojol Awasi Keselamatan dan Perawatan Motor Mitra/// Polisi Dalami Peran Tiga Orang Lain di Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati Bekasi/// MK Nyatakan Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Pansus DPR Diusulkan/// Kejagung Limpahkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar/// UGM Naik ke Kelompok 801-1000 Dunia di THE WUR 2027, UIN Sunan Kalijaga Unggul di Jogja-Jateng/// Menhub Minta Aplikator Ojol Awasi Keselamatan dan Perawatan Motor Mitra/// Polisi Dalami Peran Tiga Orang Lain di Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati Bekasi/// MK Nyatakan Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Pansus DPR Diusulkan/// Kejagung Limpahkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar/// UGM Naik ke Kelompok 801-1000 Dunia di THE WUR 2027, UIN Sunan Kalijaga Unggul di Jogja-Jateng///
Teknologi

Investasi Data Center RI Tembus Rp300 Triliun, tapi Ancaman Krisis Energi dan Air Mengintai

Minat investasi pusat data di Indonesia yang didorong kebutuhan AI tembus Rp300 triliun, tapi pertumbuhan ini juga mendongkrak kebutuhan listrik dan air yang belum tentu siap dipenuhi.

data center ai di indonesia

Berita.co – Minat investasi pusat data di Indonesia tembus kisaran 15 miliar dolar AS sampai 20 miliar dolar AS, setara sekitar Rp300 triliun, seiring lonjakan kebutuhan infrastruktur buat kecerdasan buatan (AI).

Kabar ini naik pada Jumat, 9 Oktober 2026. Di balik angka besar itu, ada catatan yang sering kelewat: makin banyak pusat data berarti makin banyak listrik dan air yang harus disiapkan.

Pemerintah mencatat minat investasi tambahan kapasitas pusat data sekitar 1,3 gigawatt (GW), dengan nilai US$15 miliar sampai US$20 miliar. Pendorongnya adalah ekonomi digital yang diperkirakan mendekati US$100 miliar pada 2025, plus kebutuhan layanan cloud computing, transaksi digital, dan AI yang terus naik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang, “Indonesia ingin tumbuh lebih dari 8 persen dan salah satu pengungkitnya adalah digital economy. Dan kuncinya adalah tentunya AI, dan AI itu akan ada kalau infrastrukturnya data centernya baik.” Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menambahkan, Indonesia tidak boleh cuma jadi pasar: “Kita tidak ingin hanya menjadi pasar atau pengguna. Kita ingin memperoleh posisi strategis dalam rantai nilai industri AI global.”

Kapasitas Indonesia masih di bawah tetangga

Data Bank Dunia semester pertama 2025 mencatat kapasitas pusat data Indonesia baru sekitar 1,17 GW. Sebagai pembanding, Malaysia sudah di 3,17 GW dan Singapura di 1,25 GW. CSIS Indonesia memperkirakan kapasitas nasional bakal terus naik sampai 2029, mengikuti kebutuhan infrastruktur digital yang makin besar.

Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, mengingatkan bahwa pembangunan pusat data besar besaran bisa mendongkrak kebutuhan energi secara signifikan. Menurutnya, pertumbuhan pengguna internet dan makin banyaknya platform digital bikin kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan data terus naik.

“Masalahnya, kebutuhan data center yang semakin meningkat membutuhkan energi yang signifikan juga. Terutama untuk kebutuhan air sebagai sumber pendingin dan juga energi sebagai sumber listrik,” kata Nailul.

Secara teknis, ini soal mendinginkan mesin. Server dan GPU yang jalan nonstop 24 jam menghasilkan panas, dan sebagian besar fasilitas pusat data masih pakai air buat sistem pendinginnya. Semakin banyak GPU yang dipasang buat mengejar kapasitas komputasi AI, semakin besar juga kebutuhan air dan listrik yang harus dipenuhi di belakangnya.

Investasi besar belum otomatis jadi manfaat besar

Sebagai pembanding, investasi Amazon Web Services (AWS) senilai lebih dari US$4 miliar buat tiga pusat data di Chili diperkirakan menyumbang sekitar US$10 miliar ke produk domestik bruto negara itu, sekaligus mendukung lebih dari 7.000 lapangan kerja penuh waktu per tahun.

Pola serupa bisa terjadi di Indonesia, tapi dengan syarat: investasi pusat data harus dibarengi pengembangan industri pendukung, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan penguatan ekosistem teknologi lokal, bukan cuma menambah kapasitas server.

Jadi sebelum kamu ikut terbawa optimisme angka Rp300 triliun, ada satu hal yang perlu diingat: kapasitas komputasi yang besar cuma berguna buat ekonomi digital Indonesia kalau pasokan listrik dan air di baliknya juga disiapkan dengan serius, bukan menyusul belakangan.

Tanpa itu, lonjakan investasi data center berisiko jadi beban infrastruktur baru, bukan pengungkit pertumbuhan yang dijanjikan.

Berita Terkait

Teknologi · data center