Jumlah Prodi di Indonesia Tembus 34.711, Mendikti Usul Merger Jurusan Serupa
Kemdiktisaintek mencatat 34.711 prodi aktif di Indonesia per 2025, dengan pendidikan sebagai bidang ilmu penyumbang prodi terbanyak. Mendikti Brian Yuliarto mendorong kampus merger prodi yang serupa demi menyederhanakan akreditasi.
Berita.co – Kalau kamu lagi mikirin mau pilih prodi apa buat kuliah, ada data yang baru disampaikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang bisa jadi bahan pertimbangan. Jumlah program studi (prodi) aktif di Indonesia per 2025 tercatat 34.711 jurusan, naik 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam pembukaan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII 2026 yang digelar 2 sampai 4 Oktober 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Bali. Pernyataan itu disampaikan Brian pada 2 Oktober 2026, dikutip dari tayangan ulang di kanal YouTube Undiksha pada Selasa (6/10/2026).
Data jumlah prodi ini tertuang dalam buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang diterbitkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemdiktisaintek.
Sebaran Prodi di Kampus Negeri dan Swasta
Menurut data yang sama, sekitar 54,8 persen atau sekitar 19.023 prodi berada di perguruan tinggi swasta (PTS). Di perguruan tinggi negeri (PTN), jumlahnya sekitar 8.300 prodi.
Jumlah Prodi Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Kalau dipecah berdasarkan jenjang, Sarjana (S1) jadi jenjang dengan prodi aktif paling banyak, yaitu 21.502 jurusan. Jumlah ini naik 2,65 persen dibanding 2024, meski jumlah lembaga perguruan tinggi pada periode yang sama justru berkurang.
Rincian jumlah prodi per jenjang pendidikan:
- Sarjana: 21.502 prodi
- Diploma: 5.820 prodi
- Magister: 4.386 prodi
- Profesi: 1.385 prodi
- Doktoral: 1.138 prodi
- Spesialis: 475 prodi
- Doktoral Terapan: 5 prodi
Jumlah Prodi Berdasarkan Kelompok Bidang Ilmu
Kalau dilihat dari kelompok bidang ilmu, pendidikan jadi kelompok dengan prodi aktif paling banyak, yaitu 7.049 jurusan. Posisi berikutnya ditempati teknik dan kesehatan.
- Pendidikan: 7.049 prodi
- Teknik: 6.223 prodi
- Kesehatan: 4.980 prodi
- Sosial: 4.894 prodi
- Ekonomi: 4.466 prodi
- Pertanian: 2.255 prodi
- Agama: 2.001 prodi
- Matematika dan Ilmu Alam: 1.514 prodi
- Humaniora: 778 prodi
- Seni: 551 prodi
Seni dan humaniora jadi dua kelompok bidang ilmu dengan jumlah prodi paling sedikit.
Kenapa Mendikti Minta Kampus Jangan Kebanyakan Buka Prodi
Brian menilai banyaknya jumlah prodi membuat proses administrasi, terutama pengurusan akreditasi, jadi lebih berat buat kampus. “Tolong jangan kebanyakan prodi, pegel ngurus akreditasi ya kan,” katanya dalam pembukaan Konaspi.
Dibanding membuka prodi baru, Brian menyarankan rektor menggabungkan jurusan yang serupa. Syaratnya, merger itu tidak boleh mengurangi jumlah mahasiswa yang sudah ada.
Brian memberi contoh, kalau ada lima prodi dengan 100 mahasiswa di masing masing prodi, totalnya 500 mahasiswa. Begitu digabung jadi satu prodi, jumlah 500 mahasiswa itu tetap dipertahankan, bukan dikurangi.
“Administrasi mudah, akreditasi yang tadinya lima kali dalam 5 tahun tinggal satu kali. Manajemennya juga enggak banyak gitu ya, sehingga lebih simpel,” kata Brian.
Ia juga menegaskan, merger prodi bukan berarti mempersempit bidang keilmuan yang diajarkan. “Prodi itu hanya administrasi. Jangan kita mempersempit keilmuan dengan sekat administrasi,” tegasnya.
Apa Artinya Buat Kamu yang Mau Pilih Prodi
Kalau kamu sedang menimbang pilihan prodi, poin pentingnya bukan soal nama jurusan atau status prodi itu hasil merger atau bukan, tapi isi kurikulum dan akreditasinya. Brian sendiri menyebut penggabungan prodi dirancang supaya pengurusan akreditasi lebih sederhana, bukan untuk mengubah bidang keilmuan yang diajarkan.
Sebelum mendaftar, cek dulu status akreditasi dan kurikulum prodi yang kamu tuju langsung di laman resmi kampus atau di PDDikti Kemdiktisaintek, supaya kamu tahu persis apa yang akan kamu pelajari, apa pun nama prodinya nanti.
