TERKINI
Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam/// Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam///
Mobil

50 Tahun di Indonesia, Investasi Toyota Tembus Rp100 Triliun dan Sinyal Model Baru Tahun Ini

Toyota Astra Motor menandai 50 tahun beroperasi di Indonesia dengan investasi yang sudah melewati Rp100 triliun, ditopang penjualan yang tumbuh 9 persen dan lonjakan permintaan mobil elektrifikasi. Bansar Maduma juga memberi sinyal beberapa model baru akan hadir sebelum akhir 2026, meski detailnya belum dibuka.

Berita.co – PT Toyota Astra Motor (TAM) menandai 50 tahun kehadirannya di Indonesia dengan mengumumkan total investasi yang sudah menembus Rp100 triliun, sekaligus memberi sinyal bakal meluncurkan beberapa mobil baru sebelum tahun ini berakhir.

Kabar ini disampaikan dalam acara Astra Media Day di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Investasi Rp100 Triliun dan Rantai Produksi Lokal

Marketing Director TAM, Bansar Maduma, menyebut Toyota sudah menanamkan modal lebih dari Rp100 triliun di Indonesia sejak awal beroperasi. Dana itu dipakai untuk membangun pabrik, jaringan pemasok, dan tenaga kerja lokal.

Menurut Bansar, sekitar 90 persen kendaraan Toyota yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di dalam negeri, dengan kandungan lokal berkisar 70 sampai 80 persen. Produk-produk itu bahkan sudah diekspor ke lebih dari 100 negara.

Toyota juga mengklaim sudah melibatkan lebih dari 360 ribu sumber daya manusia lokal di sepanjang rantai bisnisnya, mulai dari pemasok, logistik, diler, bengkel, sampai sektor kendaraan bekas.

Penjualan Tumbuh 9 Persen, Elektrifikasi Melesat 86 Persen

Dari sisi penjualan, wholesales Toyota periode Januari sampai Agustus 2026 tercatat lebih dari 175.932 unit. Angka ini naik sekitar 9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 161.080 unit.

Kenaikan yang lebih tajam terjadi di segmen kendaraan elektrifikasi. Penjualan mobil hybrid dan listrik Toyota serta Lexus pada delapan bulan pertama 2026 mencapai lebih dari 38.769 unit, tumbuh 86 persen dari 20.850 unit di periode yang sama tahun sebelumnya.

Komposisi kendaraan elektrifikasi terhadap total penjualan Toyota pun naik dari 12,8 persen menjadi 21,9 persen. Bansar mengeklaim capaian ini membuat Toyota jadi merek dengan penjualan mobil elektrifikasi terbesar di Indonesia, meski klaim itu belum dibandingkan dengan data resmi gabungan industri.

Soal Veloz Hybrid, Ada Perbedaan Angka Antarlaporan

Kalau kamu sedang melirik Veloz Hybrid, ada satu hal yang perlu kamu tahu: dua laporan yang jadi rujukan artikel ini punya angka waktu yang berbeda soal model ini. kumparan.com menyebut Veloz Hybrid EV meluncur Februari 2026 dan sudah mengantongi lebih dari 20 ribu pemesanan sejak Februari hingga awal September 2026, dengan porsi SPK lebih dari 56 persen dari total pemesanan MPV itu di ajang GIIAS 2026.

Suara.com mencatat versi berbeda, yaitu Veloz Hybrid diluncurkan tahun lalu dan sudah dipesan lebih dari 20 ribu kali sejak November 2025, setara sekitar 2.000 SPK per bulan. Kedua laporan sama-sama menyebut angka pemesanan di atas 20 ribu unit, tapi periode waktunya tidak sama.

Sampai artikel ini ditulis, TAM belum mengklarifikasi selisih tersebut, jadi anggap saja momen peluncuran persisnya belum sepenuhnya jelas.

Bansar juga menyebut Veloz Hybrid EV berjalan berdampingan dengan Kijang Innova Zenix Hybrid EV dan Yaris Cross Hybrid EV sebagai bagian dari Multi-Pathway Strategy Toyota menuju target Net Zero Emission 2060.

Sinyal Model Baru, Belum Ada Kepastian Nama dan Spek

Bansar mengatakan Toyota masih akan menghadirkan beberapa model baru hingga akhir 2026. Dia belum membuka nama atau spesifikasi produknya.

“Masih akan ada beberapa model yang akan kami hadirkan hingga akhir tahun. Mohon ditunggu ya rekan-rekan. Saat ini belum saya presentasikan,” kata Bansar.

Dia hanya mengindikasikan bahwa produk baru itu akan memperkuat posisi Toyota sebagai pemain besar di pasar mobil roda empat Indonesia. Karena belum ada nama model, harga, atau tanggal pasti, ini masih berstatus sinyal, bukan peluncuran yang sudah dikonfirmasi.

Apa yang Perlu Kamu Cek Kalau Sedang Menimbang Beli Toyota Sekarang?

Kalau kamu sedang mempertimbangkan beli mobil Toyota tahun ini, ada dua hal yang sudah pasti dan satu hal yang masih tanda tanya. Yang sudah pasti: penjualan Toyota memang sedang naik dan basis produksi lokalnya besar, jadi ketersediaan unit dan suku cadang relatif tidak jadi masalah.

Yang masih tanda tanya: model baru yang disebut Bansar belum punya nama, harga OTR, maupun tanggal pasti, jadi belum ada dasar untuk menunda pembelian demi menunggu produk itu.

Kalau kebutuhanmu mendesak, keputusan paling masuk akal adalah bandingkan dulu unit yang sudah tersedia di diler resmi sekarang, bukan menunggu sinyal yang belum jadi kepastian.

Berita Terkait

Otomotif · mobil hybrid