TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Lifestyle

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-Anak? Ini Penjelasan Kemenkes soal Dosis dan Efektivitasnya

Kemenkes menyebut satu dosis vaksin HPV pada anak usia 9 sampai 14 tahun memberi efektivitas hingga 88 persen, lebih tinggi dibanding dua dosis pada usia dewasa. Imunisasinya gratis di sekolah dasar, tetapi cakupan nasional masih di bawah target WHO.

Seorang anak laki-laki menerima suntikan vaksin HPV di lengannya.

Berita.co – Anak usia 9 sampai 14 tahun cukup menerima satu dosis vaksin HPV untuk mendapat perlindungan dengan efektivitas hingga 88 persen. Kementerian Kesehatan menyampaikan penjelasan ini dalam temu media virtual bersama RCCE Indonesia, Kamis (29/10/2026).

Vaksin human papillomavirus (HPV) melindungi dari virus penyebab kanker serviks. Kemenkes memberikannya sejak usia sekolah dasar supaya perlindungan terbentuk sebelum anak terpapar virus.

Satu dosis untuk anak, dua dosis untuk dewasa

Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri Yogyaswari, menyebut satu dosis vaksin HPV pada anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun memberi efektivitas hingga 88 persen. Pada orang berusia 20 tahun ke atas, vaksin yang sama butuh dua dosis dengan efektivitas 60 persen.

Artinya, vaksinasi di usia anak memakai separuh jumlah dosis, tetapi efektivitasnya 28 poin persentase lebih tinggi dibanding vaksinasi di usia dewasa. Selisih ini menjadi salah satu pertimbangan Kemenkes saat menentukan sasaran program imunisasi HPV.

Skema satu dosis untuk anak sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak April 2022. Kelompok penasihat imunisasi WHO, SAGE, menilai satu dosis vaksin HPV memberi perlindungan yang sebanding dengan jadwal beberapa dosis.

WHO membolehkan satu atau dua dosis untuk anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun dan perempuan usia 15 sampai 20 tahun. Untuk perempuan di atas 21 tahun, WHO merekomendasikan dua dosis dengan jarak enam bulan.

Gratis di sekolah dasar, cakupan masih di bawah target

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut imunisasi HPV kini tersedia gratis bagi anak perempuan dan laki-laki di tingkat sekolah dasar. Perluasan sasaran ke anak laki-laki mulai berjalan pada 2026.

“Prinsip imunisasi adalah mencegah, bukan menunggu seseorang sakit,” kata Aji.

Baca Juga:  Kemenkes Dorong Terapi Sel di Indonesia Setara Jepang, Ingin Bisa Diakses Semua Kalangan

Cakupan imunisasi HPV nasional pada anak perempuan kelas 5 dan 6 SD tercatat 89,7 persen pada 2024. Angka itu masih 0,3 poin persentase di bawah batas minimal 90 persen dari WHO.

Aji menyebut cakupan di atas 90 persen dibutuhkan untuk membentuk kekebalan komunitas. Hambatannya antara lain keraguan orang tua soal status kehalalan vaksin, kekhawatiran efek samping, hoaks, serta persoalan akses layanan dan kondisi geografis.

Untuk anak yang duduk di kelas 5 atau 6 SD, jadwal imunisasi HPV gratis bisa kamu tanyakan langsung ke pihak sekolah. Usia 9 sampai 14 tahun adalah rentang ketika satu dosis sudah cukup menurut penjelasan Kemenkes.

Berita Terkait

Lifestyle · Kanker Serviks