TERKINI
Cara Cek Bansos PKH Lewat HP Pakai NIK di cekbansos.kemensos.go.id/// DPR Sahkan Nyoman Adhi dan Khaidir Abdurrahman Jadi Anggota BPK 2026-2031/// Mendikti Soroti Jumlah Prodi di Indonesia yang Dinilai Terlalu Banyak, Ini Datanya/// KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai Saksi Pekan Ini di Kasus Suap HGB Summarecon/// Harga Kedelai Naik ke Rp13.200 per Kg, Pemerintah Siapkan Opsi Subsidi untuk Perajin Tempe dan Tahu/// Cara Cek Bansos PKH Lewat HP Pakai NIK di cekbansos.kemensos.go.id/// DPR Sahkan Nyoman Adhi dan Khaidir Abdurrahman Jadi Anggota BPK 2026-2031/// Mendikti Soroti Jumlah Prodi di Indonesia yang Dinilai Terlalu Banyak, Ini Datanya/// KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai Saksi Pekan Ini di Kasus Suap HGB Summarecon/// Harga Kedelai Naik ke Rp13.200 per Kg, Pemerintah Siapkan Opsi Subsidi untuk Perajin Tempe dan Tahu///
Lifestyle

Jalan Kaki 3.000 Langkah Sehari Diklaim Turunkan Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung

dr. Adam Prabata membagikan hasil penelusuran literatur ilmiah yang menyebut risiko kematian akibat penyakit jantung sudah menurun pada sekitar 3.000 langkah jalan kaki sehari, jauh di bawah target populer 10.000 langkah.

Berita.co – Target 10.000 langkah per hari selama ini sering dianggap sebagai standar wajib buat jaga kesehatan tubuh. Menurut dr. Adam Prabata, dokter sekaligus influencer kesehatan, manfaat jalan kaki buat jantung sebenarnya sudah bisa didapat jauh di bawah angka itu.

Penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung disebut mulai terlihat pada sekitar 3.000 langkah per hari.

Klaim ini disampaikan dr. Adam lewat unggahan di akun Threads pribadinya. Dia mengaku mulai menelusuri literatur ilmiah karena anggapan 10.000 langkah sebagai standar emas hidup sehat justru bikin banyak orang takut mulai bergerak.

“Apakah 10.000 langkah per hari itu mitos? Angka 10.000 langkah sering terdengar seperti standar emas hidup sehat, selalu didengungkan di mana-mana. Jadi gue mulai tertarik cari literatur soal ini karena banyak orang jadi takut mulai bergerak, hanya karena merasa targetnya terlalu tinggi,” ujar dr. Adam Prabata, dikutip Rabu, 23 September 2026.

dr. Adam menelusuri sejumlah literatur ilmiah soal aktivitas fisik dan target 10.000 langkah harian. Dari penelusuran itu, dia menyebut penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung sudah mulai terjadi pada jumlah langkah yang jauh lebih rendah, sekitar 3.000 langkah sehari secara konsisten.

Perlu digarisbawahi, ini bukan hasil satu studi baru yang baru dirilis. Ini rangkuman dr. Adam atas berbagai literatur ilmiah yang sudah ada, dibagikan lewat unggahan media sosial, bukan lewat jurnal atau lembaga kesehatan resmi.

Klaim 3.000 langkah ini menarik buat kamu yang merasa target 10.000 langkah terlalu berat sehingga malah tidak mulai jalan sama sekali. Tapi sebelum kamu jadikan ini patokan pribadi, ada beberapa hal yang perlu dipastikan dulu.

  • Ingat, angka 3.000 langkah ini soal penurunan risiko secara statistik pada populasi, bukan jaminan hasil buat kondisi tubuh kamu secara personal.
  • Kalau kamu punya riwayat penyakit jantung atau kondisi medis tertentu, konsultasikan dulu ke dokter sebelum mengubah rutinitas jalan kaki atau olahraga.
  • Artikel ini bukan pengganti saran medis. Anggap sebagai info awal, bukan keputusan kesehatan final.

Berita Terkait

Lifestyle · Adam Prabata