TERKINI
Cara Cek Bansos PKH Lewat HP Pakai NIK di cekbansos.kemensos.go.id/// DPR Sahkan Nyoman Adhi dan Khaidir Abdurrahman Jadi Anggota BPK 2026-2031/// Mendikti Soroti Jumlah Prodi di Indonesia yang Dinilai Terlalu Banyak, Ini Datanya/// KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai Saksi Pekan Ini di Kasus Suap HGB Summarecon/// Harga Kedelai Naik ke Rp13.200 per Kg, Pemerintah Siapkan Opsi Subsidi untuk Perajin Tempe dan Tahu/// Cara Cek Bansos PKH Lewat HP Pakai NIK di cekbansos.kemensos.go.id/// DPR Sahkan Nyoman Adhi dan Khaidir Abdurrahman Jadi Anggota BPK 2026-2031/// Mendikti Soroti Jumlah Prodi di Indonesia yang Dinilai Terlalu Banyak, Ini Datanya/// KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai Saksi Pekan Ini di Kasus Suap HGB Summarecon/// Harga Kedelai Naik ke Rp13.200 per Kg, Pemerintah Siapkan Opsi Subsidi untuk Perajin Tempe dan Tahu///
Lifestyle

Influenza A pada Anak Meningkat, Ini yang Perlu Dicek Orang Tua Sebelum ke Day Care

Data IDAI dan Kemenkes menunjukkan kasus Influenza A pada anak sedang naik, dengan balita di bawah dua tahun paling banyak dirawat inap. Berikut yang perlu dicek orang tua sebelum memutuskan langkah berikutnya, termasuk soal day care.

Berita.co – Kalau kamu punya anak balita yang rutin dititipkan di day care, ada perkembangan yang perlu kamu cek sebelum memutuskan langkah berikutnya minggu ini. Kasus Influenza A di Indonesia sedang naik, dan balita di bawah dua tahun tercatat sebagai kelompok dengan porsi rawat inap terbesar, yakni 80 persen dari total anak yang dirawat karena Influenza A.

Data ini dipaparkan dokter spesialis anak konsultan infeksi tropis, Profesor Anggraini Alam, dalam media briefing Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Jumat, 18 September 2026. Ia menyebut sekitar 5 persen kasus Influenza A pada anak secara keseluruhan berujung rawat inap. Penjelasan lengkapnya dilaporkan CNN Indonesia.

Anggraini menyebut anak berpeluang dua kali lipat mengalami gejala flu yang lebih berat dibanding orang dewasa. Alasannya, daya tahan tubuh anak belum terbentuk sepenuhnya, terutama pada usia balita. Tinggi badan anak yang lebih rendah dari orang dewasa juga disebut jadi faktor, karena posisi itu membuat anak lebih mudah terpapar droplet saat orang dewasa di sekitarnya bicara atau batuk.

Day care jadi salah satu faktor risiko

Selain usia, kebiasaan menitipkan anak di day care disebut turut meningkatkan risiko penularan. Ruangan day care yang tertutup dan ramai membuat virus lebih mudah berputar di satu tempat. Jika satu anak terinfeksi, anak lain di ruangan yang sama berisiko ikut tertular. Penggunaan AC dengan ventilasi tertutup memperbesar risiko itu, karena virus bisa bertahan lebih lama di ruangan yang sama.

Data Kemenkes: proporsi kasus naik dalam sepekan

Selain penjelasan dari sisi klinis, data surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menunjukkan tren Influenza A naik. Proporsi hasil positif Influenza A pada minggu ke-36, atau periode hingga 12 September 2026, mencapai 38 persen. Angka ini naik dari 22 persen pada minggu sebelumnya.

Meski begitu, Kemenkes disebut masih mengategorikan aktivitas influenza secara nasional berada di level rendah, belum sampai status wabah. Rincian data ini dilaporkan lebih dulu oleh iNews, yang juga mencatat bahwa kenaikan proporsi ini tidak otomatis berarti Influenza A lebih berbahaya dari Covid-19, karena keduanya disebabkan virus berbeda dan sama-sama bisa memicu komplikasi serius.

Gejala yang perlu kamu pantau pada anak

Gejala utama Influenza A pada anak meliputi demam, sakit kepala, dan nyeri persendian. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang bisa kamu pantau:

  • Batuk kering
  • Hidung tersumbat, bersin, atau meler
  • Mual dan muntah

Karena anak, terutama balita, belum selalu bisa menyampaikan keluhan dengan jelas, perhatikan juga perubahan aktivitas dan kebiasaan sehari-hari anak.

Tanda yang perlu segera dibawa ke rumah sakit:

  • Anak sulit dibangunkan
  • Anak enggan makan atau minum
  • Anak mengalami kejang

Yang perlu kamu cek sebelum memutuskan langkah berikutnya

Sebelum menentukan apakah anak perlu tetap masuk day care, cuti sekolah, atau langsung diperiksa ke dokter, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pastikan dulu lewat sumber resmi, bukan lewat asumsi sendiri:

  1. Cek kondisi ventilasi dan kepadatan ruangan di day care tempat anak dititipkan, termasuk penggunaan AC.
  2. Tanyakan ke pihak day care apakah ada laporan anak lain yang bergejala flu dalam beberapa hari terakhir.
  3. Konsultasikan ke dokter anak jika muncul gejala demam tinggi, sakit kepala, atau nyeri sendi, apalagi pada balita di bawah dua tahun.
  4. Pantau perkembangan data resmi Kemenkes soal status aktivitas influenza nasional, karena angka ini bisa berubah tiap minggu.

Keputusan medis untuk anak tetap ada di tangan dokter anak yang memeriksa langsung. Artikel ini merangkum apa yang disampaikan IDAI dan data Kemenkes, bukan pengganti diagnosis.

Berita Terkait

Lifestyle · Day Care