Google Buka Akses Agen AI ke Google Home, Gemini Tambah Fitur Cari Barang
Google menguji akses agen AI pihak ketiga ke Google Home lewat protokol MCP, sementara Gemini mendapat kemampuan baru mengingat lokasi barang lewat Find Hub. Cakupan dan syarat pemakaian kedua fitur ini masih berbeda dan belum tentu langsung tersedia di Indonesia.
Berita.co – Google mulai menguji akses awal yang mengizinkan AI Agent pihak ketiga mengendalikan perangkat pintar di jaringan Google Home. Uji coba ini berjalan lewat protokol baru bernama Model Context Protocol (MCP), yang membuka jalan bagi model AI seperti Claude, ChatGPT, Hermes, sampai OpenClaw untuk berinteraksi langsung dengan perangkat fisik di rumah.
Menurut kumparan.com, pengguna yang mengaktifkan fitur ini bisa meminta agen AI pilihannya membuat rangkuman rekaman kamera pengawas, memantau aktivitas sensor secara langsung, sampai menyusun dashboard kendali yang dipersonalisasi. Semua perintah itu disampaikan dengan bahasa alami, bukan sekadar perintah suara baku seperti biasanya.
Untuk memakainya, pengguna tingkat lanjut perlu membuat proyek di Google Cloud lebih dulu, lalu mengonfigurasinya agar terhubung ke Home MCP. Detail koneksi itu kemudian dimasukkan ke agen AI yang dipakai, yang akan meminta proses masuk log dan persetujuan izin akses sebelum bisa mengontrol perangkat.
Dari sisi kompatibilitas, dukungan mencakup perangkat Google Nest seperti bel pintu pintar dan termostat, juga perangkat pihak ketiga yang bersertifikasi Works with Google Home atau memakai standar Matter, termasuk lampu pintar dan colokan pintar.
Baru Tersedia untuk Pelanggan Berbayar di Amerika Serikat
Cakupan uji coba ini masih sempit. Google menyatakan akses MCP mulai digulirkan pada Rabu (17/9) dan akan berlanjut selama beberapa minggu ke depan, tapi hanya untuk pelanggan berbayar Google Home Premium Advanced di Amerika Serikat.
Akses ke MCP akan mulai digulirkan hari ini dan akan berlanjut selama beberapa minggu ke depan bagi para pelanggan berbayar Google Home Premium Advanced di Amerika Serikat.
Paket Premium Advanced itu dibanderol sekitar 20 dolar AS per bulan dan sudah mencakup fitur analitik tambahan seperti riwayat video berbasis kejadian yang lebih panjang dan pencarian video pintar. Google belum memberi kepastian kapan akses ini akan sampai ke pasar internasional atau ke tingkat langganan yang lebih murah. Selama masa uji coba, masukan pengembang dikumpulkan lewat Smart Home for Developers Community sebelum fitur ini dirilis lebih luas.
Gemini Bisa Ingat Lokasi Barang Lewat Find Hub
Di sisi lain, Gemini mendapat kemampuan baru untuk membantu kamu mengingat lokasi barang penting seperti paspor atau kunci cadangan, yaitu barang yang biasanya tidak dipasangi alat pelacak. Fitur ini bagian dari pembaruan Android Drop edisi September yang diumumkan Google pada Selasa (1/9), seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Cara pakainya sederhana. Kamu tinggal bilang, misalnya, “Hey Google, ingat di Find Hub bahwa saya menyimpan paspor di laci kamar,” dan bisa menambahkan foto sebagai informasi tambahan. Gemini akan menyimpan lokasi itu di Find Hub, dan kamu tinggal bertanya lagi ke Gemini atau membuka tab barang yang sudah diingat saat butuh mencarinya.
Fitur ini akan tersedia di perangkat dengan Android 16 atau lebih baru, di negara yang sudah mendukung Gemini dan Find Hub. Google belum merinci daftar negaranya, jadi status ketersediaan di Indonesia belum bisa dipastikan dari keterangan yang beredar.
Fitur Lain di Android Drop September
Selain Find Hub, pembaruan Android Drop September ini juga membawa beberapa fitur lain:
- Motion Assist, gelembung kecil di layar yang bergerak mengikuti pergerakan kendaraan untuk membantu mengurangi rasa mual saat melihat ponsel di perjalanan. Fitur ini tersedia untuk ponsel dengan Android 17, dan pengaturannya bisa disesuaikan dari bentuk, warna, sampai transparansi gelembung.
- Guided Vision di Gemini Live, yang memungkinkan kamu membagikan kamera ke Gemini untuk mendapat deskripsi benda atau kondisi di depan. Fitur ini dirancang bersama komunitas tunanetra dan pengguna dengan gangguan penglihatan, berguna misalnya untuk membaca label makanan berukuran kecil atau mengenali menu di restoran dengan pencahayaan minim. Guided Vision hadir di ponsel Android 9 ke atas, di negara yang sudah mendukung Gemini.
- Google Keep terintegrasi ke Google Messages, sehingga kamu bisa membuat dan mengedit catatan bersama langsung dari percakapan tanpa berpindah aplikasi, misalnya untuk daftar belanja bareng anggota grup.
- Chat Theme, yang memberi tiap percakapan latar dan warna berbeda memakai wallpaper bawaan atau foto sendiri, dan sudah tersedia di Google Messages.
Kedua pembaruan ini menunjukkan arah yang sama, membuat asisten AI Google bekerja lebih otonom di luar sekadar menjawab perintah suara. Tapi jangkauannya jauh berbeda.
Akses agen AI ke Google Home masih tahap uji coba terbatas, hanya untuk pelanggan berbayar di Amerika Serikat, sementara kemampuan Gemini mengingat lokasi barang bergantung pada versi Android dan status dukungan Gemini di negara masing-masing.
Kalau kamu di Indonesia, ada baiknya cek dulu versi Android perangkatmu dan status dukungan Gemini di aplikasi Google sebelum berharap fitur ini langsung muncul.
