TERKINI
Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000/// Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000///
Teknologi

Kimi Antonelli Juara Dunia F1 Termuda, Google Search Tampilkan Animasi Trofi

Kimi Antonelli mengunci gelar F1 2026 pada usia 20 tahun 68 hari setelah finis ketiga di GP Meksiko. Google merayakannya dengan animasi mobil F1 dan trofi emas di halaman pencarian.

Kimi Antonelli

Berita.co – Andrea Kimi Antonelli menjadi juara dunia Formula 1 termuda sepanjang sejarah pada usia 20 tahun 68 hari. Pembalap Mercedes asal Italia itu mengunci gelar 2026 setelah finis ketiga di Grand Prix Meksiko, Minggu (1/11/2026) waktu setempat atau Senin (2/11/2026) WIB.

Max Verstappen (Red Bull) memenangi balapan 71 putaran di Autódromo Hermanos Rodríguez, Mexico City, dengan waktu 2 jam 20 menit 28,772 detik. Lewis Hamilton (Ferrari) finis kedua, sementara Antonelli melengkapi podium dari posisi start keempat.

Klasemen resmi Formula 1 kini menempatkan Antonelli di puncak dengan 380 poin. Verstappen di urutan kedua dengan 261 poin, tertinggal 119 poin, dan Hamilton ketiga dengan 259 poin, sementara musim masih menyisakan empat seri.

Rekor Vettel terpangkas lebih dari tiga tahun

Rekor juara termuda sebelumnya dipegang Sebastian Vettel, yang juara bersama Red Bull pada 2010 di usia 23 tahun 134 hari. Dengan selisih itu, Antonelli meraih gelar 3 tahun 66 hari lebih muda dari Vettel.

Antonelli juga pembalap Italia pertama yang juara dunia sejak Alberto Ascari pada 1953, jeda 73 tahun. Gelar ini datang di musim keduanya, setelah Mercedes memberinya kursi utama untuk menggantikan Hamilton yang pindah ke Ferrari pada 2025.

Bagi Mercedes, ini gelar juara dunia pembalap pertama sejak Hamilton juara pada 2020. Antonelli sendiri dibina lewat program junior tim asal Jerman itu sebelum naik ke Formula 1.

Bendera merah, penalti, dan pelukan Hamilton

Balapan sempat dihentikan dengan bendera merah setelah Valtteri Bottas (Cadillac) mengalami kecelakaan berat. Menjelang akhir lomba, Safety Car kembali masuk akibat insiden Arvid Lindblad.

Charles Leclerc (Ferrari), pesaing Antonelli untuk tempat di podium, menerima penalti lima detik setelah insiden saat mencoba melewati Hamilton. Antonelli melewati Leclerc setelah restart dan menjaga posisi ketiga sampai garis finis.

Baca Juga:  iOS 27 Resmi Meluncur 14 September 2026, Ini 33 iPhone yang Kebagian

“Saya kehabisan kata-kata. Saya masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi,” ujar Antonelli seusai balapan, dikutip dari ITV News.

Hamilton menjadi orang pertama yang memeluk dan memberi selamat kepada Antonelli. Di podium, Hamilton dan Verstappen mengangkat Antonelli ke atas bahu mereka, mempertemukan pemilik tujuh gelar, empat gelar, dan satu gelar dunia.

Perayaan gelar ini juga muncul di mesin pencari. Saat nama “Kimi Antonelli” diketik di Google Search, detikINET mendapati animasi mobil F1 melintas dan berputar di layar, disusul trofi emas bertuliskan “Youngest Ever World Champion”.

Animasi ini tampil di halaman hasil pencarian bersama profil Antonelli dan hasil GP Meksiko 2026. Ada ikon khusus untuk memutar ulang efeknya, jadi kamu bisa memunculkannya lagi tanpa mengetik ulang nama pembalap itu.

Ketersediaan animasi ini berbeda bergantung pada perangkat dan wilayah pengguna. Artinya, satu kata kunci bisa memberi tampilan berbeda di ponsel dan laptop yang kamu pakai.

Antonelli kini sudah aman di puncak klasemen, tapi empat seri tersisa tetap harus ia jalani sebagai juara dunia yang jadi sorotan semua rival.

Berita Terkait

Teknologi · Formula 1