TERKINI
Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam/// Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam///
Mobil

Geely Catat Lebih dari 12 Ribu Unit Terjual hingga Agustus 2026, EX2 Jadi Penopang

Geely Auto Indonesia menyebut penjualannya hingga Agustus 2026 lebih dari 12 ribu unit, dengan EX2 menyumbang lebih dari 9 ribu. Ini komposisi penjualan dan kondisi layanan purna jual yang perlu kamu cek kalau sedang menimbang merek ini.

Berita.co – Geely Auto Indonesia menyebut penjualannya sepanjang Januari sampai Agustus 2026 sudah lebih dari 12 ribu unit. Lebih dari 9 ribu unit di antaranya adalah Geely EX2, mobil listrik berbasis baterai (BEV). Kalau kamu sedang menimbang Geely, angka ini baru satu sisi. Sisi lainnya adalah kesiapan jaringan servis dan suku cadangnya.

Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, menyampaikan angka itu di Jakarta pada Sabtu, 26 September 2026.

“Total penjualan sampai Agustus kurang lebih Geely sudah lebih dari 12 ribu (unit). Untuk EX2 sendiri sudah lebih dari 9 ribu (unit), boleh dibilang Jakarta masih cukup dominan, kemudian Jawa dan sisanya baru daerah-daerah lain,” kata Herlijoso.

Menurut Herlijoso, sekitar 90 persen penjualan Geely di Indonesia berasal dari BEV. Porsi plug-in hybrid (PHEV) belum sampai 10 persen. Porsi mesin bensin konvensional (ICE) masih kecil.

Lini produk Geely per jenis tenaga

Jenis tenagaModelPorsi penjualan (menurut Geely)
BEV (listrik baterai)EX2, EX5Sekitar 90 persen
PHEV (plug-in hybrid)Starray EM-iDi bawah 10 persen
ICE (bensin)CoolrayMasih kecil

Angka lebih dari 12 ribu unit tadi adalah klaim penjualan dari Geely. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip dalam laporan yang sama mencatat distribusi Geely dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 12.510 unit pada Januari sampai Agustus 2026.

Sebagai pembanding, wholesales Geely sepanjang 2025 tercatat 2.406 unit. Artinya, dalam delapan bulan pertama 2026, distribusi Geely sudah sekitar lima kali lipat total setahun sebelumnya.

Wholesales dan penjualan ke konsumen (ritel) adalah dua ukuran yang berbeda. Wholesales menghitung mobil yang dikirim ke diler, belum tentu sudah sampai ke tangan pembeli.

Untuk merayakan capaian ini, Geely menggelar acara bertajuk “10,000+ Reasons to Celebrate”. Dalam acara itu, Geely menyerahkan 10 unit EX2 kepada konsumen.

Laporan Kabaroto menyebut acara tersebut diikuti lebih dari 100 pemilik Geely. Perusahaan memakai momen itu untuk memaparkan penguatan layanan purna jual (aftersales):

  • Jaringan lebih dari 30 diler, dengan pasokan suku cadang dari Spare Parts Center.
  • Ketepatan waktu pengiriman suku cadang ke jaringan layanan disebut mencapai 98 persen, lewat kerja sama dengan mitra logistik.
  • Program Geely Care+ yang berfokus pada peningkatan kompetensi tim diler dan standar servis.
  • Hotline 24 jam serta program gratis pemeriksaan atau perawatan kendaraan pada periode tertentu.

Geely juga mengajak pemilik bergabung di Geely GO, komunitas global yang menurut perusahaan sudah menjangkau lebih dari 20 juta pengguna.

Semua angka layanan di atas adalah klaim perusahaan. Kedua laporan tidak menyertakan data independen soal waktu tunggu servis atau ketersediaan suku cadang per model.

Berita Terkait

Otomotif · Geely Auto Indonesia