Teknologi

Huawei Ungkap SuperPoD Atlas 960E, Chip Ascend 960DT Dipercepat ke Kuartal I 2027

Berita.co – SuperPoD adalah istilah yang belakangan makin sering muncul setiap kali produsen chip membahas infrastruktur komputasi AI. Huawei baru saja menunjukkan versi terbarunya, Atlas 960E, sebuah sistem yang menyatukan ribuan chip AI supaya bisa bekerja seperti satu unit komputasi besar.

Sistem ini diperkenalkan pada Kamis, 17 September 2026, di ajang Huawei Connect 2026 di Shanghai, China. Bersamaan dengan itu, Huawei juga mempercepat jadwal chip generasi berikutnya, Ascend 960DT, dari perkiraan sebelumnya di kuartal III 2027 menjadi kuartal I 2027.

Apa Itu Atlas 960E SuperPoD?

Atlas 960E dirancang untuk mempercepat pelatihan dan inferensi model AI berskala hingga 10 triliun parameter. Produk ini diperkenalkan David Wang, Deputy Chairman of the Board sekaligus Rotating Chairman Huawei, dalam pidato utama bertajuk “Advancing the Agentic World, Building a Solid Silicon Foundation”.

SuperPoD sendiri, dalam istilah Huawei, adalah sekumpulan node komputasi yang dihubungkan lewat interkoneksi berkecepatan tinggi sehingga bisa beroperasi sebagai satu sistem tunggal, bukan sebagai server-server terpisah yang berdiri sendiri. Atlas 960E menggabungkan chip Ascend 960, arsitektur interkoneksi UnifiedBus, dan mesin optik Hi-ONE untuk menghubungkan ribuan Neural Processing Unit (NPU), yaitu prosesor yang dirancang khusus menangani beban kerja AI, dalam satu sistem.

Spesifikasi yang Diklaim Huawei

Dalam konfigurasi yang diumumkan, satu unit Atlas 960E SuperPoD bisa diskalakan hingga:

  • 4.096 NPU dalam satu sistem
  • Kemampuan komputasi 8 EFLOPS pada presisi FP8 dan 16 EFLOPS pada FP4
  • Kapasitas memori HBM hingga 1 petabyte

Angka-angka ini masih klaim dan pengukuran yang disampaikan Huawei sendiri saat pengumuman produk, belum diverifikasi lewat benchmark independen. Huawei juga menyebut Atlas 960E sebagai SuperPoD berbasis NPO pertama di industri, sebuah klaim posisi pasar dari Huawei, bukan pengujian pihak ketiga.

Hi-ONE, Kunci Efisiensi Energi Atlas 960E

Komponen penting lain di Atlas 960E adalah Hi-ONE, mesin interkoneksi optik berbasis Near-Packaged Optics (NPO), yaitu teknologi yang menempatkan komponen optik lebih dekat dengan paket chip supaya transfer data berkecepatan tinggi tidak membutuhkan daya dan latensi sebesar biasanya. Hi-ONE punya kapasitas transmisi 7,2 Tbit/s per unit.

Huawei mengklaim Atlas 960E hanya membutuhkan sekitar 5.500 unit Hi-ONE, dibanding sekitar 48.000 modul optik 800G yang biasanya diperlukan untuk menghubungkan seluruh NPU dalam konfigurasi setara. Menurut Huawei, pendekatan ini memangkas konsumsi daya lebih dari 550 kilowatt, sekaligus mengklaim waktu operasi tanpa gangguan meningkat dua kali lipat dengan tingkat ketersediaan sistem 99,8 persen. Sekali lagi, seluruh angka efisiensi ini adalah klaim resmi Huawei, bukan hasil pengujian independen.

Dari SuperPoD ke SuperCluster

Beberapa unit Atlas 960E SuperPoD bisa dihubungkan lagi lewat UnifiedBus atau RoCE untuk membentuk SuperCluster berskala lebih besar. Huawei mengumumkan arsitektur SuperCluster dengan skema dua tingkat dan empat plane yang mampu menghubungkan hingga 512.000 NPU, dan lewat konfigurasi multi-rail, kapasitas itu diklaim bisa ditingkatkan sampai satu juta NPU.

Skala sebesar ini dikaitkan Huawei dengan kebutuhan agentic AI, yaitu sistem AI yang tidak sekadar menjawab satu permintaan seperti chatbot pada umumnya, tapi merencanakan langkah, memakai berbagai alat, dan menjalankan rangkaian tugas secara lebih mandiri. Pola kerja semacam ini butuh pertukaran data yang jauh lebih banyak antara CPU, NPU, memori, dan penyimpanan, itulah alasan Huawei mendorong skala interkoneksi sebesar itu.

Chip Ascend 960DT Dipercepat ke 2027

Selain soal SuperPoD, Huawei juga membuka rencana produk chip AI generasi berikutnya. Juru bicara Huawei mengatakan chip Ascend 960DT diperkirakan siap pada kuartal I 2027, lebih cepat dari jadwal awal yang disebut kuartal III 2027, seperti dilaporkan CNBC Indonesia yang mengutip TechCrunch pada Jumat, 18 September 2026.

Deputy Chairman dan Rotating Chairman Huawei, Eric Xu, menyebut pendekatan besar Huawei di baliknya sebagai Arsitektur Komputasi Peerium, upaya mengubah jutaan chip AI menjadi satu komputer raksasa lewat UnifiedBus, teknologi penghubung prosesor, memori, hingga perangkat jaringan Huawei, dengan tujuan membangun sistem AI yang lebih besar untuk pelatihan maupun inferensi.

Rencana ini berjalan di tengah pembatasan ekspor GPU canggih Nvidia ke China oleh pemerintahan AS. Analis teknologi China, Rui Ma, menilai langkah pembatasan itu tidak akan menghentikan pengembangan semikonduktor China karena taruhan swasembada teknologi dinilai terlalu tinggi untuk dilepas.

Kenapa Ini Relevan Buat Kamu

Atlas 960E dan Ascend 960DT bukan perangkat yang bisa kamu beli di toko, ini infrastruktur backend yang menopang layanan AI seperti chatbot atau alat pembuat gambar yang mungkin kamu pakai sehari-hari. Kalau Huawei berhasil membangun alternatif yang cukup kompetitif di luar ekosistem GPU Nvidia, itu berpotensi memengaruhi seberapa murah dan seberapa luas layanan AI bisa tersedia, terutama di pasar yang terdampak pembatasan ekspor chip AS.

Yang perlu digarisbawahi, seluruh angka performa dan efisiensi Atlas 960E di atas berasal dari klaim Huawei sendiri saat peluncuran, bukan dari pengujian independen. Jadwal Ascend 960DT di kuartal I 2027 pun masih rencana yang diumumkan, bukan produk yang sudah dikirim ke pelanggan.

Pendekatan Huawei di sini bertaruh pada desain sistem, banyak chip yang saling terhubung erat lewat interkoneksi dan software terbuka, dibanding mengejar satu chip tercepat. Mana pendekatan yang lebih efektif baru akan terlihat dari benchmark independen dan adopsi nyata di lapangan, bukan dari angka yang diumumkan sendiri oleh vendornya.

Roni Eka Setiawan

Roni Eka Setiawan

Editor

Menulis kanal Teknologi di Berita.co. Backend engineer di Airpaz, sebelumnya web platform engineer di Bank Rakyat Indonesia dan Kompas Gramedia, jadi spesifikasi dan komparasi gadget di sini ditulis dari sudut orang yang tiap hari bekerja dengan teknologinya.

linkedin.com View all articles