HP Terbakar di KRL Rawa Buntu, Ini Tanda Kerusakan Baterai Litium-ion yang Perlu Dikenali
Dua HP terbakar di dalam KRL Commuter Line di Stasiun Rawa Buntu memicu pertanyaan soal tanda kerusakan baterai litium-ion dan kebiasaan harian yang perlu diubah untuk mencegahnya.
Berita.co – Dua unit HP mengeluarkan asap dan terbakar di dalam tas penumpang Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang, Kamis (17/9/2026) pagi. Insiden ini terjadi saat kereta berhenti di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, dan sempat membuat penumpang panik sebelum petugas mengamankan tas yang berasap tersebut.
Menurut SindoNews, kejadian berlangsung pukul 06.49 WIB di rangkaian Commuter Line 1641, tepatnya di kereta khusus wanita bagian depan. Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan petugas keamanan yang berdinas di peron melihat tas penumpang mengeluarkan asap. Penumpang kemudian melemparkan tas itu ke area peron, lalu petugas mengamankannya sesuai prosedur. Dari dalam tas itu ditemukan dua unit HP dalam kondisi terbakar.
Salah satu dari dua ponsel itu sebelumnya dipakai sebagai hotspot atau titik akses internet di dalam tas yang tertutup. Kombinasi ini menggabungkan dua sumber panas sekaligus, yaitu pemakaian aktif dan ruang tertutup yang menahan suhu agar tidak menyebar. Dugaan awal mengarah ke korsleting, meski penyebab pastinya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
Hampir seluruh kasus HP atau laptop terbakar bermula dari kerusakan pada sistem baterai litium-ion yang tidak terdeteksi sejak dini. Korsleting mikro di dalam sel baterai bisa memicu reaksi berantai yang disebut thermal runaway. Pada kondisi ini suhu baterai naik drastis dan sulit dihentikan begitu prosesnya dimulai.
Tanda kerusakan baterai yang perlu kamu kenali
Kamu tidak perlu menunggu sampai muncul asap untuk curiga. Ada beberapa tanda awal yang bisa dikenali lebih dulu.
- Suhu perangkat naik drastis dan tidak wajar, bahkan saat tidak dipakai atau hanya menjalankan aplikasi ringan.
- Bodi menggembung, layar terangkat, atau sambungan casing terbuka akibat gas yang terperangkap di dalam sel baterai.
- Muncul bau kimia menyengat seperti bau asam atau logam terbakar, tanda kebocoran cairan elektrolit.
- Keluar asap atau percikan api, tanda paling nyata bahwa komponen di dalam sudah mulai terbakar.
- Pengisian daya tidak normal, misalnya persentase baterai turun drastis dalam waktu singkat atau berhenti mengisi tiba-tiba.
- Ada cairan berminyak atau berwarna yang merembes dari sela bodi perangkat.
- Perangkat pernah jatuh keras, tertekan, atau bengkok, yang berisiko merusak lapisan pemisah di dalam baterai meski efeknya baru muncul berhari-hari kemudian.
Yang harus kamu lakukan begitu tanda itu muncul
Kalau salah satu tanda di atas muncul, hentikan pemakaian perangkat saat itu juga. Cabut kabel pengisian daya, lalu pindahkan perangkat ke permukaan yang tidak mudah terbakar seperti lantai beton atau nampan logam. Jauhkan dari bantal, kain, kertas, atau bahan lain yang gampang terbakar.
Kalau perangkat sudah mengeluarkan asap, bawa ke tempat terbuka dan jaga jarak aman minimal satu meter, karena begitu asap muncul waktu reaksi bisa kurang dari lima menit sebelum api membesar. Jangan simpan kembali ke dalam tas atau saku.
Kalau api sudah menyala, jangan disiram air karena bisa memperburuk reaksi kimia di dalam baterai, gunakan alat pemadam yang sesuai atau tinggalkan area dan hubungi layanan darurat.
Setelah aman, bawa perangkat ke pusat layanan resmi atau tempat pembuangan sampah elektronik, jangan dibuang ke tempat sampah biasa.
Kebiasaan harian yang bikin HP gampang kepanasan
Penyebab HP kepanasan sehari-hari sering datang dari kebiasaan pakai, bukan cuma dari kerusakan sel baterai: pemakaian berat, suhu lingkungan, terlalu banyak aplikasi berjalan di latar belakang, kondisi baterai yang sudah menurun, sampai koneksi jaringan yang buruk.
Beberapa kebiasaan berikut layak diubah kalau kamu mau mengurangi risiko itu.
- Hindari menaruh HP di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama, simpan di tempat teduh dan sejuk.
- Jangan main game berat atau menjalankan aktivitas berat lain saat HP sedang diisi daya, karena proses charging sendiri sudah menghasilkan panas.
- Batasi jumlah aplikasi yang berjalan di latar belakang supaya beban kerja perangkat tidak menumpuk.
- Jangan menutup HP dengan tas atau kain saat kondisinya masih terasa panas, biarkan suhunya turun dulu.
- Hindari mengisi daya di atas kasur, bantal, atau selimut karena bahan itu menahan panas agar tidak menyebar.
- Jangan membawa dua perangkat sekaligus dalam kondisi panas aktif di dalam tas tertutup, seperti pada kasus di Stasiun Rawa Buntu saat salah satu ponsel dipakai sebagai hotspot.
- Gunakan kabel dan adaptor pengisian daya resmi atau yang bersertifikasi keamanan, dan ganti baterai yang sudah berumur hanya di tempat layanan resmi.
Kerusakan sel baterai yang sudah cacat dari pabrik memang sulit kamu deteksi sendiri sejak awal. Tapi sebagian besar pemicu di atas, mulai dari cara charging sampai cara menyimpan HP di dalam tas, ada di tangan kamu sendiri. Itu yang membedakan insiden yang sebenarnya bisa dicegah dengan yang murni apes.
