Kreator Indonesia Tembus Fashion Week Dunia, dari Moskow sampai New York
Pekan ini muncul dua kabar soal kreator Indonesia menembus panggung fashion week internasional, mulai dari kesiapan desainer emerging di Moscow Fashion Week sampai kiprah hairstylist Dea Felicia di New York Fashion Week.
Berita.co – Kalau kamu sedang mengikuti bagaimana kreator Indonesia bisa menembus panggung fashion dunia, dua kabar yang muncul dalam waktu berdekatan pekan ini bisa jadi gambaran nyata.
Satu soal desainer emerging yang bersiap tampil di ajang fashion week di Rusia, satu lagi soal seorang hairstylist asal Indonesia yang kini terlibat di fashion week di Amerika Serikat.
Desainer Emerging Bersiap di Moscow Fashion Week
Moscow Fashion Week digelar pada 26 September sampai 1 Oktober 2026 di Moskow, Rusia. Ajang ini mempertemukan emerging designer, buyer, influencer, sampai perwakilan media dari berbagai negara dalam satu ekosistem fashion.
Pada musim sebelumnya, Raegitazoro dan Irmasari Joedawinata sudah pernah memamerkan koleksi mereka di Moscow Fashion Week. Untuk edisi tahun ini, desainer Asia yang disebutkan hadir datang dari Sri Lanka lewat Limak By Kamil, Tiongkok lewat Momiwei, India lewat KGL, serta desainer dari Turki dan Kazakhstan.
Sorotan pada identitas lokal Indonesia muncul lewat pendekatan local inspiration yang diusung Indonesian Fashion Chamber, bukan lewat nama desainer baru yang disebut secara eksplisit di laporan tersebut.
Materi Moscow Fashion Week yang dikutip juga menyebut 75 persen konsumen di Indonesia bersedia membayar lebih untuk produk fashion yang berkelanjutan, dengan praktik seperti upcycling, craftsmanship, dan pengolahan identitas budaya yang disebut semakin bergerak menuju arus utama.
Nguyen Vi Huu Canh, Head of Fashion Sector di VDAS atau Vietnam Design Association, menekankan pentingnya keseimbangan antara identitas budaya dan daya saing global bagi desainer emerging yang ingin memperluas jangkauan brand ke pasar internasional.
Dea Felicia, dari Kerja Kantoran ke New York Fashion Week
Cerita kedua datang dari Dea Felicia, hairstylist asal Indonesia yang kini berkarier di New York dan mendapat kesempatan terlibat dalam New York Fashion Week (NYFW). Dea sebelumnya bekerja kantoran di Indonesia sebelum memutuskan menekuni dunia rambut secara penuh.
Ketertarikannya pada dunia rambut sudah muncul sejak SMP, tapi ia baru serius mengejarnya setelah merasa tidak cocok dengan rutinitas kerja kantoran. Pada akhir 2023, Dea kembali menempuh pendidikan di Puspita Martha untuk memperdalam ilmu hairstyling, lalu setahun kemudian terjun full time sebagai hairstylist.
Awalnya Dea berencana membuka salon sendiri, bukan masuk ke industri fashion. Rencana itu berubah setelah ia mengikuti test shoot dan berkolaborasi dengan sejumlah pekerja kreatif di Indonesia, yang kemudian membawanya ke kesempatan mengerjakan pemotretan, runway, hingga proyek komersial.
“Aku dulu kerja kantoran seperti orang biasa, tapi aku merasa nggak cocok dengan lingkup kerjanya. Aku merasa kayak ada sesuatu yang bisa membuat hidup aku lebih bahagia,” ujar Dea kepada iNews Media Group, Selasa, 22 September 2026.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Dua Cerita Ini?
Dua kabar ini menunjukkan dua jalur berbeda menuju panggung fashion week internasional.
Jalur pertama lewat ekosistem resmi ajang fashion week yang mengundang desainer dari berbagai negara, seperti pendekatan Moscow Fashion Week terhadap emerging designer. Jalur kedua lewat proses kerja bertahap di balik panggung, seperti perjalanan Dea dari test shoot ke proyek runway.
Kalau kamu ingin menekuni jalur serupa, dua hal yang disebut dalam laporan di atas layak dicatat.
Pertama, identitas atau cerita lokal bisa jadi nilai tambah, bukan sesuatu yang perlu disembunyikan supaya terlihat internasional. Kedua, pengalaman kerja langsung, seperti kolaborasi test shoot atau proyek kecil, sering jadi pintu masuk yang lebih realistis dibanding menunggu kesempatan besar datang lebih dulu.
