Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia
Pemerintah memastikan visa dan izin konser Israel Houghton bersama Israel & New Breed di Jakarta ditolak, dengan alasan keamanan dalam negeri dan komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina.
Berita.co – Pemerintah Indonesia memastikan tidak memberikan izin bagi konser musisi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musiknya, Israel & New Breed, di Jakarta.
Konser bertajuk ‘Til The Whole World Knows Tour 2026’ yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 24 Oktober 2026 itu dipastikan tidak akan terlaksana.
Pertimbangan Keamanan dan Sikap terhadap Palestina
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyampaikan keputusan ini diambil setelah pemerintah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Keterangan itu disampaikan di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Setelah kami melakukan koordinasi dan mempertimbangkan aspek keamanan dalam negeri serta komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, kami berpandangan bahwa kegiatan apa pun yang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk merugikan perjuangan rakyat Palestina tidak akan diperkenankan diselenggarakan di Indonesia.
Yusril juga menyebut pernyataan publik Israel Houghton pada Oktober 2023 turut menjadi pertimbangan. Saat itu Houghton menyatakan “I stand with Israel”.
Menurut laporan, masukan publik, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan ini.
Dukungan DPR dan Status Visa
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo mendukung sikap Direktorat Jenderal Imigrasi yang menyatakan akan menolak permohonan visa Israel Houghton apabila diajukan untuk kepentingan konser di Jakarta.
Yanuar menyebut kebijakan keimigrasian adalah bagian dari kewenangan negara menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan.
Indonesia negara Pancasila, negara yang berdaulat, anti penjajahan. Sudah sepatutnya kita menolak kehadiran dan terselenggaranya konser itu.
Yanuar juga mengapresiasi Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, yang disebutnya telah menyatakan sikap tegas menolak permohonan visa untuk konser ini dalam konferensi pers.
Sampai 5 Oktober 2026 Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan belum menerima permohonan visa untuk konser ini, tetapi sudah menyiapkan penolakan karena rekam jejak publik musisi tersebut.
