TERKINI
Menhub Minta Aplikator Ojol Awasi Keselamatan dan Perawatan Motor Mitra/// Polisi Dalami Peran Tiga Orang Lain di Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati Bekasi/// MK Nyatakan Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Pansus DPR Diusulkan/// Kejagung Limpahkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar/// UGM Naik ke Kelompok 801-1000 Dunia di THE WUR 2027, UIN Sunan Kalijaga Unggul di Jogja-Jateng/// Menhub Minta Aplikator Ojol Awasi Keselamatan dan Perawatan Motor Mitra/// Polisi Dalami Peran Tiga Orang Lain di Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati Bekasi/// MK Nyatakan Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Pansus DPR Diusulkan/// Kejagung Limpahkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Motor Listrik MBG, Kerugian Negara Rp863,8 Miliar/// UGM Naik ke Kelompok 801-1000 Dunia di THE WUR 2027, UIN Sunan Kalijaga Unggul di Jogja-Jateng///
Bisnis

Garuda Indonesia Ganti Dirut, Thomas Oentoro Gantikan Glenny Kairupan

RUPSLB Garuda Indonesia menetapkan Thomas Oentoro sebagai Direktur Utama baru menggantikan Glenny Kairupan, disertai perombakan sejumlah kursi direksi dan komisaris di tengah proses pemulihan kinerja maskapai.

Thomas Oentoro

Berita.co – Garuda Indonesia resmi punya Direktur Utama baru. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 8 Oktober 2026, pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menetapkan Thomas Sugiarto Oentoro, yang lebih dikenal sebagai Thomas Oentoro, sebagai Direktur Utama baru. Ia menggantikan Glenny H. Kairupan, yang kini pindah ke kursi Komisaris Utama.

Perombakan ini disampaikan lewat keterangan resmi manajemen Garuda yang dikutip pada Jumat, 9 Oktober 2026. Sebelum naik jadi Dirut, Thomas menjabat Wakil Direktur Utama Garuda sejak Oktober 2025. Jabatan Wakil Direktur Utama itu sendiri dihapus bersamaan dengan pergantian ini.

Rekam jejak Thomas Oentoro sebelum jadi Dirut

Thomas bukan orang baru di lingkungan Garuda Indonesia. Dia pernah menjabat Komisaris Independen Garuda Indonesia pada 2023 sampai 2024, sebelum masuk ke jajaran direksi sebagai Wakil Direktur Utama.

Di luar Garuda, kariernya mencakup posisi Chief Risk Officer di Indonesia Investment Authority (INA) pada 2024 sampai 2025, Managing Director di KV Asia Capital, dan Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC. Soal pendidikan, dia menempuh studi bidang keuangan di New York University (NYU) Stern School of Business dan meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business, Amerika Serikat.

Pergantian tidak cuma di kursi Dirut

Glenny H. Kairupan, yang sebelumnya menjabat Direktur Utama, sekarang jadi Komisaris Utama, menggantikan Fadjar Prasetyo.

RUPSLB ini juga menambah posisi baru, Direktur Komersial, yang diisi Alan McIntyre. Dia sebelumnya Executive Manager Strategy di Qantas Group dan Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar.

Direktur Operasi kini dipegang Eric Ferdinand Sofyal, yang sebelumnya menjabat posisi serupa di Citilink. Posisi Direktur Human Capital and Corporate Service diisi Dina Sandri Fani.

Di jajaran komisaris, Jaan Albrecht dan Trey Urbahn masuk sebagai Komisaris Independen. Menurut CNN Indonesia, Jaan punya rekam jejak sebagai CEO Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance, sementara Trey pernah jadi penasihat dan pengawas di sejumlah maskapai internasional, termasuk Spirit Airlines, Etihad Airways, dan TAP Air Portugal.

Konteks di balik perombakan

Manajemen Garuda menyebut pergantian ini sebagai bagian dari upaya memperkuat momentum perbaikan kinerja, seiring pertumbuhan pendapatan, pemulihan armada, dan penyusutan kerugian.

Data yang dilaporkan SindoNews menunjukkan arah itu. Pada semester I 2026, Garuda Indonesia Group mencatat pendapatan USD1,80 miliar, tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi bersih perseroan menyusut 23,2 persen menjadi USD113 juta, sementara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) naik 12,7 persen menjadi USD74 juta.

Kalau kamu karyawan atau mitra bisnis Garuda, pergantian struktur direksi dan komisaris seperti ini biasanya diikuti penyesuaian kebijakan internal dalam beberapa bulan ke depan, jadi pantau pengumuman resmi perusahaan.

Untuk kamu yang mengikuti sektor penerbangan nasional secara lebih luas, angka keuangan semester I 2026 di atas jadi patokan awal untuk menilai apakah tim manajemen baru ini melanjutkan tren perbaikan atau tidak, bukan jaminan hasil ke depan.

Pembahasan ini bukan rekomendasi jual atau beli saham GIAA. Keputusan terkait transaksi saham sebaiknya kamu pertimbangkan sendiri berdasarkan data resmi perusahaan dan sumber lain yang relevan.

Berita Terkait

Bisnis · Direksi BUMN