Ratusan Hotel dan Vila di Bali Dijual Online
Ratusan hotel dan vila di Bali muncul di platform jual beli properti online dengan harga hingga puluhan miliar rupiah, memicu tanggapan PHRI Bali dan Pemprov Bali. Berikut fakta yang sudah dilaporkan dan hal yang perlu kamu cek sebelum membaca listing ini sebagai sinyal pasar.
Berita.co – Ratusan hotel dan vila di pulau muncul di platform jual beli properti online, dengan rentang harga yang bisa mencapai puluhan miliar rupiah.
Properti yang ditawarkan tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Badung, Tabanan, Gianyar, sampai Karangasem. Penawaran ini terpantau di platform properti daring seperti Lamudi dan OLX, dengan jenis akomodasi yang beragam, dari hotel sampai vila di berbagai kelas harga.
Isu ini pertama kali ramai pada 24 September 2026, lalu dilaporkan lebih lengkap keesokan harinya, 25 September 2026.
Tanggapan PHRI Bali
Fenomena ini turut mendapat sorotan dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali. Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menyebut ada beberapa faktor yang mungkin mendorong pemilik menjual properti akomodasinya.
- Tingkat hunian yang rendah
- Keputusan internal dari pemegang saham untuk menjual
- Keinginan pemilik mengetes nilai aset propertinya
- Ketidakmampuan mengelola operasional hotel
“Dari perspektif kita biasanya jual-beli itu wajar. Tapi orang akan bangun di tempat lain, bisa saja. Itu kembali kepada masing-masing,” ujar Rai.
Rai menekankan bahwa transaksi jual beli hotel sebenarnya hal umum dalam bisnis properti. Meski begitu, ia menilai jumlah hotel dan vila yang ditawarkan dalam waktu bersamaan tetap perlu diperhatikan.
Ia mempertanyakan, bukan memastikan, apakah fenomena ini berkaitan dengan kondisi ekonomi atau perkembangan pariwisata Bali saat ini.
Rai juga menyoroti karakter wisatawan yang datang ke Bali belakangan ini, yang menurutnya banyak berasal dari segmen menengah ke bawah dan memilih akomodasi sesuai anggaran, bukan selalu hotel berbintang.
Atas dasar itu, ia meminta pemerintah tidak berhenti di wacana soal mendatangkan wisatawan berdaya beli tinggi, tapi mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan ke Bali.
Tanggapan Pemprov Bali
Merespons ramainya isu ini, Gubernur Bali Wayan Koster menugaskan Kepala Dinas Pariwisata Bali untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, sekaligus meminta Dinas Perizinan mendata hotel-hotel yang ditawarkan dijual. Koster menyampaikan hal ini di Denpasar pada Kamis, 24 September 2026, seperti diberitakan tvonenews.com.
“Saya lagi menugaskan Kadis Pariwisata Bali untuk koordinasi sama Dinas Pariwisata Badung. Saya juga menugaskan Dinas Perizinan untuk mendata terkait informasi sejumlah hotel yang dijual,” ujar Koster.
Pemprov Bali menyampaikan data kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali berkisar 20.000 sampai 24.000 orang per hari, sementara wisatawan domestik berkisar 12.000 sampai 14.000 orang per hari. Berdasarkan data itu, Pemprov menilai sektor pariwisata Bali masih dalam kondisi normal dan stabil, tanpa penurunan signifikan.
Koster memprediksi penyebab sejumlah hotel ditawarkan dijual bukan karena penurunan sektor pariwisata, melainkan dinamika internal bisnis masing-masing perusahaan.
Ini posisi resmi pemerintah provinsi, bukan kesimpulan yang dikonfirmasi lewat audit atau investigasi independen atas laporan keuangan hotel-hotel tersebut.
